Dark/Light Mode

Baku Tembak KKB Vs TNI di Papua, Gus Jazil: Tumpas Penyuplai Senjata

Selasa, 14 September 2021 15:27 WIB
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. (Foto: Ist)
Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Baku tembak kembali terjadi antara TNI Satgas Pamtas 403/WP dengan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua. Kasus terbaru yang terjadi Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Senin (13/9), mengakibatkan seorang anggota TNI mengalami luka tembak di bagian tangan dan sejumlah fasilitas umum dibakar. Baku tembak tersebut dilaporkan berlangsung hingga sekitar empat jam mulai pukul 09.00 hingga 13.15 WIT.

Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid menyayangkan peristiwa kontak senjata yang menyebabkan anggota TNI tertembak dan pembakaran fasilitas umum di Papua.

"Saya harap pendekatan yang dilakukan untuk mengatasi konflik di Papua lebih holistik dan lebih canggih sehingga KKB di Papua dapat ditumpas hingga ke akar-akarnya," ujar Gus Jazil dalam keterangannya, Slasa (14/9).

Berita Terkait : HNW: Pancasila Banyak Serap Kosakata Bahasa Arab

Gus Jazil yang juga anggota Komisi III DPR meminta agar TNI-Polri mengungkap pemasok senjata ke KKB. "Menurut saya akar yang harus kita cari, salah satunya adalah jejaring mereka harus diputus. Termasuk jaringan untuk mendapatkan senjata," tuturnya.

Menurutnya, konflik yang berkepanjangan dan selalu berulang di Papua menunjukkan kurang canggihnya aparat dalam pemetaan lapangan sekaligus memitigasi dan mengantisipasi setiap gerakan KKB.

Dalam hal suplai senjata dan jenis senjata yang dipakai KKB, tidak mungkin senjata yang dipakai diproduksi di Papua. 

Berita Terkait : Kunjungi Desa di Papua, Gus Halim Ungkap Pentingnya Data Dalam Pembangunan

"Mereka bukan kelompok yang terlalu besar. Mestinya TNI yang sedemikian besar bisa menumpas ini sampai ke akar-akarnya sehingga tidak terus muncul setiap tahun, setiap musim. Salah satunya mencari otak dan penyuplai senjata darimana mereka mendapatkan senjatanya," tuturnya.

Di sisi lain, dalam menangani persoalan di Papua juga harus dilakukan dengan pendekatan lain, yakni pendekatan kemanusiaan, kebudayaan, dan kesejahteraan. Pendekatan tersebut sebagaimana yang dilakukan Presiden keempat KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur).

"Itulah yang saya sebut pendekatannya harus holistik, harus menyeluruh," pungkas Gus Jazil.

Berita Terkait : Tuntaskan Konflik Papua, Perlu Dialog Intensif Seluruh Pihak

Diketahui, konflik senjata tersebut terjadi antara personel Pos Kiwirok Satgas Pamtas 403/WP dengan KKB Ngalum-Kupel pimpinan Lamek Taplo dan aksi pembakaran fasilitas umum serta pemukiman warga. Personel Pos Pamtas Yonif 403/WP yang mengalami luka tembak di lengan kanan atas nama Prada Ansar. Ia tertembak dua butir amunisi menembus tulang. [TIF]