Dewan Pers

Dark/Light Mode

Bamsoet Dorong HIPMI Jaya Manfaatkan Kemajuan Iptek Untuk Kembangkan Usaha

Senin, 20 September 2021 21:32 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) menerima Badan Pengurus HIPMI Jaya, di Jakarta, Senin (20/9). (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (kanan) menerima Badan Pengurus HIPMI Jaya, di Jakarta, Senin (20/9). (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mengingatkan para pengusaha muda untuk memanfaatkan kemajuan ilmu dan teknologi dalam pengembangan dunia usaha. Diperlukan kreativitas dan inovasi para pengusaha muda dalam menghadapi era Society 5.0 agar mampu menjawab tantangan dunia usaha kedepan.

"Belum lama memasuki era Revolusi Industri 4.0, kini dunia sudah dihadapkan pada konsep era Society 5.0. Jika tidak ingin tertinggal, para pengusaha muda harus mampu beradaptasi dan berinovasi untuk menjawab tantangan zaman tersebut," ujar Bamsoet, sapaan akrab Bambang, saat menerima Badan Pengurus Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jakarta Raya (HIPMI Jaya) di Jakarta, Senin (20/9).

Berita Terkait : Bank Mandiri Siapkan Pembiayaan Untuk Mitra Pertamina Lubricants

Badan Pengurus Daerah HIPMI Jaya yang hadir antara lain Ketua Umum Sona Maesana, Sekretaris Umun Alipudin, Ketua OKK Harizah Persiana, serta Sayed Muhammad.

Ketua DPR ke-20 dan mantan Ketua BPP HIPMI ini memaparkan, agar mampu bersaing di pasar global, para pengusaha muda harus memiliki dan mengimplementasikan nilai kolaboratif, kreatif dan inovatif. Dengan nilai kolaboratif, para pengusaha muda diharapkan mampu bekerja bersama, saling memberi dan menerima sebagai bentuk positive interdependence atau saling ketergantungan yang positif.

Berita Terkait : Kimia Farma Diagnostika Buka Klinik Labuan Bajo, Dukung Kebangkitan Wisata

"Nilai kreatif mengajarkan untuk memperkaya perspektif dalam menghadapi setiap persoalan, sehingga mampu melahirkan gagasan dengan berbagai alternatif solusi. Sementara nilai inovatif mendorong kita untuk tidak terjebak pada zona nyaman, dan selalu berusaha menemukan gagasan-gagasan baru yang memberikan nilai tambah yang lebih optimal," urai Bamsoet.

Kepala Badan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan Kadin Indonesia ini menambahkan, saat ini rasio kewirausahaan di Indonesia masih rendah, yaitu sebesar 3,47 persen dari total penduduk sekitar 270 juta jiwa. Jumlah tersebut belum mampu memacu perekonomian nasional menjadi bergeliat. 

Berita Terkait : Dukung Menpora, Bamsoet Dorong Pemanfaatan Dana CSR Untuk Pembinaan Olahraga

"Indonesia masih perlu meningkatkan serta mengejar tingkat kewirausahaan negara tetangga, seperti Singapura yang berada di 8,7 persen dan Malaysia di 5 persen. Pemerintah dan HIPMI harus mampu mendorong generasi milenial untuk mau menjadi wirausaha baru, sehingga mampu menjadikan bonus demografi Indonesia sebagai berkah bagi perekonomian bangsa," pungkas Bamsoet. [USU]