Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendorong gerakan diversifikasi pangan, termasuk mulai mengganti beras dengan singkong. Hal ini dipandang perlu mengingat Indonesia memiliki ketersediaan singkong yang melimpah.
Potensi ini, perlu dioptimalisasi sehingga memberikan dampak signifikan bagi perekonomian negara dan masyarakat. Apalagi, singkong juga salah satu sumber karbohidrat yang tidak kalah dari beras.
Diversifikasi pangan ini harus digalakkan agar sumber pangan rakyat selalu tersedia.
Baca juga : Mentan Ajak Masyarakat Makan Singkong
"Indonesia punya potensi sumber pangan yang beragam dan melimpah. Ini tentu harus dioptimalisasi. Jika selama ini beras adalah sumber pangan utama rakyat, maka kita harus memulai melirik sumber pangan lainnya, termasuk singkong. Jika ini digalakkan, maka tentu ketahanan pangan akan tetap terjaga. Singkong juga tidak kalah dibandingkan beras. Sama-sama penghasil karbohidrat, niscaya rakyat tidak akan kekurangan nutrisi," ungkap Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini dalam keterangannya, Rabu (13/10).
Menurut Syarief, sebagai penghasil singkong terbesar keempat di dunia, Indonesia dapat menghasilkan nilai tambah yang besar jika potensi singkong ini digarap dengan baik. Selain sebagai makanan pengganti beras, singkong juga dapat dimanfaatkan sebagai panganan pendamping di setiap lokasi wisata.
Ini akan memberikan nilai tambah bagi UMKM. Koordinasi dan sinergi dengan UMKM dan pelaku pariwisata akan menciptakan dampak mengganda (multiplier effect) yang nyata dari optimalisasi diversifikasi pangan.
Baca juga : Pimpinan KPK Nggak Terlibat Suap Eks Penyidik
Menteri Koperasi dan UKM di era Presiden SBY ini berpandangan, selain sebagai pengganti beras, potensi olahan singkong ini sangatlah tepat jika menjadi kuliner andalan di setiap lokasi wisata. Ini harus sejalan dengan program pemerintah yang sedang fokus menggalakkan wisata di tengah pandemi.
Pembukaan kembali lokasi wisata perlu menggandeng UMKM agar geliat ekonomi warga kembali terlihat. Pandemi telah membuat ekonomi jadi lesu, jadi sinergi semua peluang yang ada tentu langkah yang baik.
"Tentu dibutuhkan fasilitasi dan asistensi dari pemerintah agar pelaku usaha, mulai dari petani sampai pengusaha olahan singkong dapat menghasilkan hasil olahan singkong yang berdaya saing dan punya nilai ekonomi yang tinggi. Selama ini kita sadari singkong belum menjadi komoditas andalan, padahal potensinya sangatlah besar. Saatnya sinergi ini dioptimalisasi dengan serius dan terarah," pungkas Syarief. [TIF]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya