Dark/Light Mode

MPR Sosialisasikan Empat Pilar Di Bogor

Yuk, Nilai-nilai Kebangsaan Jangan Hanya Jadi Jargon

Minggu, 17 Oktober 2021 07:20 WIB
Sekretaris Fraksi PKB MPR Neng Eem Marhamah Zulfa. (Foto: Antara)
Sekretaris Fraksi PKB MPR Neng Eem Marhamah Zulfa. (Foto: Antara)

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan mengharapkan penanaman nilai-nilai kebangsaan dalam program Empat Pilar MPR tidak hanya sekadar jargon. Empat Pilar MPR tidak hanya sekadar hapalan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Saya kira kita sudah melewati bangku sekolah yang mengajarkan Pancasila. Maka saatnya untuk mengimplementasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari,” kata Sekretaris Fraksi PKB MPR Neng Eem Marhamah Zulfa dalam Bincang Kebangsaan di Bogor, kemarin.

Berita Terkait : Badan Ketahanan Pangan Baiknya Tetap Di Bawah Kementan

Neng Eem mendukung kegiatan perdana yang dilakukan Biro Humas dan Sistem Informasi MPR ini. Dengan kegiatan ini bangsa dan negara Indonesia menjadi lebih baik terutama tetap menanamkan nilai-nilai Empat Pilar (Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika).

Melalui sahabat kebangsaan, lanjutnya, akan tumbuh rasa kecintaan pada NKRI. Sahabat kebangsaan agar memberikan inspirasi kepada masyarakat di Kota Bogor untuk senantiasa melaksanakan, menjalankan, dan mengimplementasikan Pancasila. “Juga menularkannya kepada generasi muda, kepada anak-anak, sahabat dan teman-teman agar bangsa ini tetap kondusif dan aman,” ucapnya.

Berita Terkait : Ini Empat Pemain Senior Macan Kemayoran Yang Masih Jadi Andalan

Neng Eem memberi contoh pada waktu lalu kota Bogor dikenal dengan sarangnya paham-paham keagamaan yang menyimpang. Banyak orang yang terpengaruh paham keagamaan yang menyimpang seperti keinginan mendirikan negara Islam dan sebagainya. “Di sinilah pentingnya keberadaan sahabat kebangsaan yang lebih mengedepankan kebangsaan,” tuturnya.

Menurut Neng Eem, masyarakat Indonesia tidak mungkin bisa menjalankan ibadah dengan aman, berdakwah dengan damai, mendidik anak-anak dengan baik, dan menjalankan kegiatan ekonomi dengan lancar kalau Indonesia tidak aman dan kondusif. “Agar bisa aman dan kondusif maka kita harus menuntaskan masalah kenegaraan dan kebangsaaan yang menjadi pondasi utama,” terangnya.
 Selanjutnya