Dewan Pers

Dark/Light Mode

Raker Komisi IV DPR Banjir Kritikan

Program Bantuan Alsintan Selamatkan Wajah Mentan Di Parlemen

Senin, 15 Nopember 2021 21:21 WIB
Program Alsintan Kementan. (Foto: Ist)
Program Alsintan Kementan. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi IV DPR ramai-ramai menyoroti masih banyaknya program Kementerian Pertanian (Kementan) yang belum memberi dampak signifikan pada peningkatan produksi petani.

Senayan melihat, sejauh ini baru program bantuan Alat Mesin Pertanian (Alsintan) dan Pekarangan Pangan Lestari yang sangat dirasakan masyarakat.

"Saya perlu apresiasi program Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) soal alsintan itu. Kami terima kasih itu faktor produksi dalam konteks dapil seperti di daerah saya itu petani sangat terbantu," tegas Anggota Komisi IV DPR Yohanis Fransiskus Lema dalam rapat kerja bersama Pejabat Eselon I Kementan, di Gedung Parlemen, Jakarta, Senin (15/11).

Begitu juga dengan program Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dan Pekarangan Pangan Lestari (P2L), politisi muda PDI Perjuangan melihat cukup berjalan baik.

Karena itu, dia meminta agar program yang betul-betul berdampak ke petani betul-betul digalakkan. Termasuk rehabilitasi jarungan tersier dan jalan usaha tani sebab ini sangat dibutuhkan oleh petani dan menunjukkan negara hadir disana.

Berita Terkait : Jaksa Apresiasi Bantuan Alsintan Gairahkan Petani Di Sukoharjo

"Apalagi dalam situasi pandemi, keberpihakan, pemberdayaan, dan perlindungan kepada petani itu harus betul-betul kongkret dan nyata," katanya.

Hal senada dilontarkan Anggota Komisi IV DPR Hanan A. Rozak. Hanan menilai saat ini masyarakat utamanya para petani saat ini sangat membutuhkan program-program padat karya yang langsung menyentuh petani.

Karena itu, dia meminta untuk program pertanian tahun 2022, sebaiknya menyasar program-program yang melibatkan masyarakat banyak. "Contoh pembangunan jalan usaha tani dan rehabilitasi jaringan irigasi tersier," katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR Anggia Erma Rini mengatakan bahwa pihaknya dalam berbagai kunjungan kerja reses ke berbagai daerah menerima banyak keluhan terkait bantuan benih dan bibit.

Petani menilai benih dan bibit yang diberikan kurang berkualitas, spesifikasi juga tidak sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat.

Berita Terkait : Siapkan Pansus, Senayan Ingin Selamatkan Garuda Dari Pailit

"Padahal benih dan bibit merupakan faktor produksi yang penting dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas petani," katanya.

Makanya dia meminta kegiatan bantuan bibit dan benih ini harus lebih baik dan optimal. Sebab bantuan yang tidak sesuai ini, membuat petani dilema.

Di satu sisi dibutuhkan, sementara jika saat ditanam pun malah ujung-ujungnya membuat petani malah repot karena bisa berpotensi merugi. "Ini yang sangat merepotkan," tuturnya.

Dia juga mengingatkan, Badan Karantina Pertanian Kementan untuk fokus pada kegiatan mencegah masuk dan tersebarnya organisme tanaman pengganggu, hama, hewan maupun tumbuhan.

Sebab, selama ini Komisi IV menilai Badan Karantina justru fokus pada kegiatan ekspor yang dalam praktek lapangannya hal tersebut merupakan rutinitas dan seremonial saja.

Berita Terkait : Demokrat Yakin Pemilihnya Takkan Pindah Ke Lain Hati

Untuk itu, Komisi IV DPR, jelas politisi perempuan PKB ini, kembali harus menggarisbawahi agar Kementan fokus pada kegiatan di dalam negeri terutama menjaga produksi pertanian. Terutama menjelang natal dan tahun baru karena biasanya permintaan bahan pangan alami peningkatan.

"Kegiatan yang tidak berdampak langsung terhadap peningkatan produksi termasuk rencana kegiatan ke luar negeri yang melibatkan banyak delegasi tolong diperhatikan," tambah dia. [KAL]