Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kawal Program Kementan

Jaksa Apresiasi Bantuan Alsintan Gairahkan Petani Di Sukoharjo

Senin, 15 Nopember 2021 09:54 WIB
Direktur Alsintan Kementan Andi Nur Alamsyah (dua dari kiri) saat mendampingi Tim Pengamanan Proyek Strategis Kejaksaan Agung di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kab. Sukoharjo, Jumat (13/11)
Direktur Alsintan Kementan Andi Nur Alamsyah (dua dari kiri) saat mendampingi Tim Pengamanan Proyek Strategis Kejaksaan Agung di Desa Dalangan, Kecamatan Tawangsari, Kab. Sukoharjo, Jumat (13/11)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Alsintan Kementerian Pertanian (Kementan) Andi Nur Alamsyah menegaskan komitmen Kementan untuk selalu bersinergi dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam rangka memastikan bantuan Alsintan yang diterima petani bermutu dan berkualitas tinggi.

Kementan terus berupaya memastikan tak ada kendala yang diterima petani saat menerima bantuan Alsintan dengan adanya kepastian garansi, perbaikan dan kemudahan dalam memperoleh sparepart serta suku cadang Alsintan.

"Dulu kendala kami di lapangan itu adalah sparepart dan suku cadang namun semuanya terus kami sempurnakan sehingga kini sudah tersedia bengkel service dan pencucian di sini," kata Andi saat mendampingi Tim Pengamanan Proyek Strategis Kejagung di Desa Dalangan, kecamatan Tawangsari, Kab. Sukoharjo, Jumat (13/11).

Berita Terkait : Satgas: Jangan Antipati Terhadap Kebijakan Pemerintah

Andi memastikan, proses pengadaan alsintan di Kementan dilaksanakan melalui metode e-katalog yang dalam pelaksanaannya mendapatkan pengawalan oleh Tim Pengamanan Proyek Strategis Kejagung. Alsintan yang diintroduksi ke lapangan pun berdasarkan hasil pemantauan, survei, dan permintaan serta kebutuhan petani.

Pihaknya pun terus melakukan pendampingan dan pengawalan memastikan Alsintan yang dikerahkan bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan petani. "Makanya di Sukoharjo ini sangat minim masalah," tegasnya.

Karena itu, dia menyampaikan apresiasi atas kerjasama yang terjalin bersama Tim Pengamanan Proyek Strategis Kejagung yang telah membantu dalam hal pengawalan sehingga tak ada kendala yang diterima petani saat menerima bantuan. Ini menunjukkan bahwa pemerintah selalu hadir di tengah-tengah petani.

Berita Terkait : Kemenpora Gelar Bimtek Bantuan Sarana Olahraga Di Ruang Publik

"Bantuan ini walau gratis tapi merupakan milik negara. Tidak boleh dibiarkan berkarat, harus dikelola dan dirawat dengan baik," pesan Andi kepada para petani penerima bantuan.

Andi menambahkan, sejatinya Sukoharjo merupakan daerah yang tergolong berhasil dalam mekanisasi pertaniannya. Makanya, sekarang sudah banyak petani yang berani membeli alsintan sendiri karena merasakan betul manfaat dari alsintan ini.

Selain itu, Kementan juga sudah menyiapkan program pengawalan berbasis korporasi petani melalui Pemantapan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan atau UPJA. 

Berita Terkait : Kunjungi Jambi, Mentan Minta Hilirisasi Nanas Berorientasi Ekspor

"Ini kami siapkan atas tindaklanjut atas permintaan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tentang korporasi petani. Nantinya disini kita akan dongkrak menjadi wadah bisnis. Aplikasinya pun sudah kita siapkan'," katanya.

Melalui aplikasi UPJA berbasis android ini,  lanjut eks Kepala BB Mekanisasi Pertanian Serpong ini, petani bisa memesan jasa alsintan baik untuk pengolahan tanah, penanaman, dan juga panen. Bahkan diaplikasi ini pun sudah disiapkan jasa perbaikan, sparepart hingga pembelian alsintan.

"Jadi aplikasi ini mendekatkan alsintan kita ke petani. Bahkan dari aplikasi ini, kita bisa deteksi mana yang sedang digunakan, mana yang tidak. Tidak boleh ada lahan yang tidak tergarap sementara alat kami ada," tegasnya.
 Selanjutnya