Dewan Pers

Dark/Light Mode

Formula E

Anies Dan Jokowi Jangan Diadu-adu

Sabtu, 27 November 2021 09:13 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Jokowi (Foto: Istimewa)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Jokowi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Di tengah persiapan Formula E, ada pihak yang mau membenturkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Presiden Jokowi. Alatnya yang digunakannya, polemik penentuan sirkuit balapan mobil listrik itu. Melihat hal ini, pengamat mengingatkan, jangan membenturkan Anies dengan Jokowi.

Polemik penentuan sirkuit Formula E ini berawal dari jumpa pers yang dihadiri Anies, Co-Founder Formula E Alberto Longo, Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) Bambang Soesatyo, dan Sekretaris Jenderal IMI Ahmad Sahroni, di Jakarta, Rabu (24/11). Saat itu, Alberto keceplosan mengatakan Jokowi bakal menentukan lokasi Formula E. Keputusannya sebelum hari Natal. Saat ini pihaknya masih sibuk melanjutkan proposal pelaksanaan kepada Pemerintah Pusat.

Bambang Soesatyo juga mengiyakan bahwa Anies dan Alberto ingin menghadap Jokowi untuk membicarakan masalah Formula E. "Saya mendengar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sudah meminta waktu kepada Presiden Jokowi bersama Alberto Longo sebagai Co-Founder sekaligus Chief Championship Formula E Operations (FEO), untuk meminta arahan," ucap pria yang akrab disapa Bamsoet ini, Rabu malam (24/11).

Berita Terkait : Pak Jokowi, Anies Minta Ketemu Nih!

Pernyataan ini lalu ditanggapi Staf Khusus Menteri Sekretaris Negara, Faldo Maldini. Dia menegaskan, untuk pemilihan sirkuit, Jokowi tidak ikut campur. "Kami sampaikan bahwa hal-hal tersebut menjadi tanggung jawab Pemprov DKI dan panitia penyelenggara," tegasnya, Kamis (25/11).

Mendengar hal ini, Anies membantah. Dia bilang, penentuan sirkuit Formula E bukan urusan Presiden. "Masa lokasi (yang menentukan) Presiden? Ya nggak lah. Lokasi kok, masa urusan lokasi kok Presiden," kata Anies, di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (25/11).

Anies menjelaskan Formula E tahun depan mengadopsi skema kolaborasi. Jakpro akan berkolaborasi dengan IMI dalam mengorganisir event tersebut. Jadi, kegiatan Formula E akan mengedepankan sinergitas. "Akan ada Steering Committee yang dipimpin langsung Pak Bambang Soesatyo, lalu Panitia Pelaksana yang dipimpin Pak Ahmad Sahroni, dan Operasional Pelaksanaan akan dikerjakan Jakpro," ungkapnya.

Berita Terkait : SBY Diacungi Jempol

Melihat polemik ini, kemarin malam, Bamsoet kembali bicara. Ketua MPR ini menegaskan, penentuan lokasi sirkuit Formula E tetap akan dilakukan oleh IMI sebagai perpanjangan tangan Federasi Olahraga Mobil Dunia (FIA). Sejauh ini, ada lima lokasi pilihan yang telah disurvei pihak Formula E. Yakni Jalan Jenderal Sudirman, kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), JIEXPO Kemayoran, kawasan Jakarta International Stadium (JIS), dan kawasan Ancol.

"Kan Alberto Longo meminta arahan ke Presiden atas permohonan Gubernur (Anies), terus salahnya di mana? Justru itu bentuk penghormatan Alberto kepada Bapak Presiden, sebagaimana dia melakukannya di beberapa negara," terang Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menjelaskan, dari lima lokasi pilihan, yang paling tepat adalah kawasan Ancol. Nah, jika sudah sepakat, pihaknya bersama Formula E dan Jakpro akan bertanggung jawab mengambil keputusan dalam menentukan lokasi sirkuit Formula.

Berita Terkait : Kritik Jalan, Proyek Mau

Direktur Eksekutif Political and Public Policy Studies (P3S) Jerry Massie menyatakan, dengan sudah jelasnya masalah itu, pihak-pihak yang mau mengadu Anies-Jokowi sebaiknya berhenti. Sebab, masalahnya sudah clear. "Sudah benar Anies menyerahkan event ini ke induk olahraganya, itu sudah pas. Atau juga ada semacam panitia yang dipilih," ucap Jerry, kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [UMM]