Dewan Pers

Dark/Light Mode

Dianggap Cuma Tes Ombak

Gagasan Poros Partai Islam Kurang Greget

Minggu, 19 Desember 2021 08:25 WIB
Poros Partai Islam/Ilustrasi (Foto: Istimewa)
Poros Partai Islam/Ilustrasi (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Inisiatif Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) memimpin poros partai Islam mendapat tanggapan dingin. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang dirangkul, tak serta merta menyambut tawaran tersebut.

Wakil Ketua Umum Bidang Pemenangan Pemilu PKB Jazilul Fawaid alias Gus Jazil mengakui, partai berbasis massa Nahdliyin ini ingin menjadi lokomotif poros koalisi Partai Islam di Pemilu 2024. Gus Jazil terang-terangan mengajak PPP dan PAN bergabung.

Berita Terkait : MPO Di Daerah Jadi Ujung Tombak Pemenangan Partai Golkar Di 2024

“Memang PKB mau bikin poros sendiri. Masa bercita-cita dilarang? Kami ajak PPP. Harusnya PPP juga mau ikut, karena sama-sama hijau. Tinggal nambah satu lagi. PAN, berangkat sudah, bismillah,” kata Gus Jazil, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam. 

Keinginan PKB mendirikan poros karena optimistis dengan koalisi saat ini yang solid, akan mulai berakrobat tahun 2022. “Jelang 2024, pasti banyak akrobat politik. Meski sekarang koalisi solid satu barisan. Namun, sebatas strategi saja. Artinya, manuver-manuver jangan yang melampaui batas, apalagi memecah-belah,” ingat Gus Jazil.

Berita Terkait : Jokowi Ingin Kelembagaan Food Estate Di Jateng Diperkuat

Menanggapi gagasan itu, Wakil Ketua Umum PPP Amir Uskara mengapresiasinya. “Saya kira semua opsi masih terbuka,” kata Amir.

Menurutnya, PPP hingga kini masih belum ada keputusan resmi soal koalisi. Namun, opsi apa pun, termasuk Poros Partai Islam, sangat mungkin diterima Kabah. “Kami dalam posisi tidak mungkin sendirian. Nanti ada rapat khususlah untuk memutuskan ini,” tambahnya.

Berita Terkait : Polda Metro Jaya Patok Malam Tahun Baru Sepi

Meski setuju dengan gagasan Poros Partai Islam, PPP juga membuka kemungkinan poros yang lebih luas, yakni nasionalis dan religius. “Karena bagi kami, semua partai sama. Golkar, PKS, PKB, partai oke semua. Sebaiknya koalisi nasionalis religius semuanya berkumpul. Saya kira semua opsi masih terbuka. Komunikasi jalan semuanya,” tuturnya.
 Selanjutnya