Dewan Pers

Dark/Light Mode

Nggak Larang Deklarasi Capres-Cawapres

Partai Kabah Lagi Cari Juru Selamat

Minggu, 24 April 2022 07:35 WIB
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Foto: Dok. Pemprov Jatim)
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (kanan) dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. (Foto: Foto: Dok. Pemprov Jatim)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DKI Jakarta merekomendasikan Anies Baswedan-Khofifah Indar Parawansa sebagai Capres-Cawapres 2024. Rekomendasi ini diputuskan dalam Rapat Pimpinan Wilayah Dewan Pimpinan Wilayah (Rapimwil DPW) PPP DKI, pada Kamis (14/4).

Rekomendasi ini tidak sejalan dengan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) II PPP belum memutuskan soal Capres-Cawapres. DPW dan Dewan Perwakilan Cabang (DPC) diminta fokus meningkatkan elektoral partai pada Pemilu Legislatif (Pileg).

Menanggapi hal itu, Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO) Dedy Kurnia Syah menilai, usulan dari DPW-DPW semestinya ditampung dan diolah karena bisa menambah daya dongkrak partai.

“Ini salah satu siasat menyelamatkan PPP agar lolos parlemen Pemilu 2024. Kalau tak lolos, PPP tak punya peluang ikut dorong Capres yang bisa ditawarkan kepada koalisi,” kata Dedi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Partai Ka’bah Rasional Jaga Dan Rawat Eksistensi

Justru kata Dedi, dengan mulai menetapkan Capres-Cawapres, PPP akan dapat keuntungan elektoral. Makanya, tak heran PPP memilih tokoh yang memiliki kans mendongkrak suara. Seperti Anies dan Khofifah. Meskipun dua kepala daerah tersebut belum tentu diusung karena belum punya tiket.

Menurutnya, apa yang dilakukan DPW PPP DKI sudah benar. Mereka melihat capres yang memiliki kedekatan karakter dengan pemilih. “Keduanya berpeluang meningkatkan elektabilitas PPP. Khofifah punya basis Muslimat NU. Sehingga bisa merebut suara Nahdliyin minimal di Jawa Timur. Anies secara personal sudah punya modal popularitas dan elektabilitas,” tuturnya.

Kendalanya, PPP bukanlah prioritas. Karena suaranya yang masih di papan bawah. Partai Kabah diprediksi masih akan hanya nebeng koalisi besar parpol dominan.

Sebelumnya, Rapimwil DPW PPP merekomendasikan resmi duet Anies-Khofifah sebagai pasangan Capres-cawapres 2024 mendatang. DPP diminta segera mendeklarasikan duet maut ini. Namun rekomendasi PPP DKI tersebut belum masuk agenda prioritas. Partai Kabah masih akan fokus pada Pileg 2024 agar lolos parliamentary threshold.

Berita Terkait : Koalisi Partai Non Parlemen Mau Saingi Parpol Senayan

Sekretaris DPW PPP DKI, Najmi Mumtaza Rabbany menyebut, Anies dan Khofifah gubernur berprestasi. Kedua tokoh tersebut memiliki visi kebangsaan yang sama dengan PPP.

“Kedua tokoh terbukti berhasil sebagai kepala daerah dan memiliki visi keummatan dan kebangsaan yang sejalan dengan visi PPP. Mereka juga merepresentasikan wilayah basis suara pemilih di Pulau Jawa,” paparnya.

Gubernur DKI dan Gubernur Jawa Timur itu juga secara aktif melakukan komunikasi politik intensif dengan setiap komponen bangsa untuk terciptanya proses regenerasi kepemimpinan nasional secara baik.

Wakil Ketua Umum PPP, Arsul Sani menyebut, meski DPP fokus meningkatkan elektoral partai, namun tetap membuka kesempatan bagi struktural di bawah menyuarakan aspirasinya. “Tidak masalah. Silakan kalau ada DPW atau bahkan DPC yang menginginkan tokoh lainnya,” tutur Arsul dalam keterangannya, kemarin.

Berita Terkait : Suara Partai Kabah Bakalan Meroket Nih

Akan tetapi, lanjut Arsul, keputusan resmi capres-cawapres yang akan diusung Kabah dilakukan melalui Mukernas, yang kemungkinan akan digelar di akhir tahun ini.

Ketua Umum PPP, Suharso Monoarfa Suharso menegaskan, saat ini partainya fokus mengembalikan elektoral PPP agar lolos parliamentary threshold. “Juga agar merebut kembali kursi-kursi yang dulu pernah kita raih,” kata Suharso saat Rapimnas, akhir pekan lalu.

PPP menargetkan kejayaan partai dalam Pemilihan Umum 1999 dan 2004 bisa terulang di Pemilu 2024. Dalam Pemilu 1999, PPP meraih 11,3 juta suara atau 22,4 persen dan menjadi partai ketiga peraih suara terbanyak. [FAQ]