Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Spanyol Vs Uruguay, Kena Kartu Kuning Lagi, Pedri Out..!
- Kaesang Hadiri Rakorda PSI Mesuji, Saksikan Pelantikan Pengurus
- UNDIRA Gelar Pameran Fotografi 'Lens of Humanity', Tampilkan Karya 54 Mahasiswa
- Gelombang Anti-Imigran Di Afrika Selatan Memasuki Babak Baru
- IHSG Anjlok 2,73 Persen pada Sesi I, Tertekan Bursa Asia
Cegah Muncul Kembali Cebong Vs Kampret
PRIMA Serukan Pilpres Bebas Dari Polarisasi
Minggu, 15 Mei 2022 07:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Rakyat Adil Makmur (PRIMA) mengajak semua pihak untuk mencegah munculnya polarisasi di Pemilu 2024. Model politik Cebong Vs Kampret di dua Pemilu dianggap tidak produktif dan membuat polarisasi di masyarakat membesar, dan belum pulih hingga saat ini.
“Menjelang Pilpres 2024, polarisasi politik antar pendukung masih hangat dan terus digunakan. Masing-masing kubu terus menyematkan narasi atas nama toleransi dan paling NKRI,” ujar Wakil Ketua Umum PRIMA, Alif Kamal kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Baca juga : Antisipasi Arus Balik Lebaran, Kapolri Pastikan Beri Pelayanan Maksimal
Alif menganalisa, meskipun tidak lagi ramai istilah Cebong Vs Kampret, namun polarisasi masyarakat masih begitu kental di dunia maya. Sekalipun, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno sebagai lawan Jokowi-Ma’ruf Amin di Pemilu 2019 sudah masuk Pemerintahan, polarisasi belum terurai.
“Jelang Pilpres 2024 masing-masing kubu masih saling hujat dan sama-sama menjual kata toleransi,” geregetnya.
Baca juga : H-3 Lebaran, Menteri Sandi Cek Kepatuhan Prokes Pemudik Di Solo
Dikatakan, masyarakat lebih sensitif terhadap isu yang lebih penting. Yaitu, tentang bagaimana caranya membangun ekonomi politik bangsa yang sedang dikuasai oligarki. Asumsinya, kekayaan bangsa ini mayoritas dikuasai satu persen penduduk Indonesia.
Mantan aktivis Partai Rakyat Demokratik (PRD) ini menilai, biang kerok penyebab polarisasi politik adalah keterpaksaan masyarakat untuk memilih dua pasangan calon di ajang Pilpres. Alhasil, polarisasi tidak dapat dihindarkan ketika kedua kubu saling serang dengan isu politik identitas. “Tentu harapannya nanti akan muncul banyak calon di Pilpres 2024,” pungkasnya. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya