Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Isu 3 Periode
Partai Garuda: Akting Para Politisi Miskin Literasi
Selasa, 14 Juni 2022 09:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Ada pihak-pihak yang kembali menggaungkan Jokowi 3 periode. Tapi, ada juga yang mempermasalahkanya. Wakil Ketua Umum (Waketum) Partai Garuda Teddy Gusnaidi menyatakan, meski di media kedua pihak ini tampak bertolak belakang, tapi mereka memiliki kesamaan. Apa itu?
"Yaitu sama-sama tahu bahwa yang mereka sampaikan dagelan dan dengan tujuan yang sama, untuk mendapatkan sorotan pemberitaan," ujar Teddy, dalam siaran pers, Selasa (14/6).
Baca juga : Partai Garuda: Sah-sah Saja, Asal Dasarnya Prinsip Keadilan
Dia pun menyamakannya dengan pertandingan WWE atau yang populer dengan sebutan "Smackdown" di Tanah Air. Mereka, kata Teddy, seolah-olah bertanding. Tapi, sebenarnya sedang berakting.
"Yang satu akting ngotot Jokowi 3 periode, yang satunya lagi akting marah-marah jika Jokowi 3 periode. Semakin terlihat marah dan keras, maka semakin bagus pemberitaannya," sindirnya.
Baca juga : Bupati Nonaktif Banjarnegara Divonis 8 Tahun Penjara
Dia pun menyebut pihak-pihak ini sebagai politisi miskin literasi, tapi bernafsu. "Ada yang berebut pepesan kosong 3 periode, ada yang salah alamat menyalahkan pemerintahan Jokowi akibat putusan MK, ada yang bicara hantu PKI dan banyak hal-hal konyol lainnya, yang secara akal sehat tidak dapat diterima," beber Teddy.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya