Dewan Pers

Dark/Light Mode

Waketum Partai Garuda: Selamatkan Buruh Dari Politisasi Partai Buruh

Sabtu, 18 Juni 2022 14:33 WIB
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Foto: Ist)
Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Buruh Said Iqbal menyatakan, buruh tak akan meladeni tantangan Wakil Ketua Partai Garuda Teddy Gusnaidi soal mogok nasional. Menanggapinya, Teddy lagi-lagi menyebut, Partai Buruh hanya omong besar.

"Kemarin pimpinan organisasi buruh dan Partai Buruh menjawab tantangan saya untuk realisasikan mogok nasional. Tapi lagi-lagi seperti biasa, hanya omong besar, karena tidak berani menyebutkan tanggal mogok kerja nasional, malah sibuk menuding bahwa ucapan saya tidak akan didengar oleh buruh," sindir Teddy, Sabtu (18/6).

Berita Terkait : Kepala BNPB Jempolin Pemkab Minahasa Selatan Tangani Abrasi Pantai Boulevard Amurang

Menurutnya, tudingan itu bisa jadi benar jika ancaman mogok kerja jutaan buruh itu terjadi. Artinya buruh tidak mau mendengar ucapan Teddy. 

"Tapi, kalau mogok kerja nasional jutaan buruh tidak terjadi, artinya buruh mendengarkan ucapannya dibandingkan ucapan organisasi buruh dan Partai Buruh," tuturnya. 

Berita Terkait : Puan Ajak Negara G20 Bekerja Sama Selamatkan Dunia Dari Krisis

Sebagai pimpinan partai politik, Teddy me Gaku memberikan penjelasan berdasarkan aturan hukum kepada buruh. Sedangkan organisasi buruh dan Partai Buruh, disebutnya tidak menggunakan dasar aturan hukum.

"Saya ingin menyelamatkan buruh dan keluarga buruh, bukan mempolitisasi buruh seperti mereka, yang bisa merugikan buruh dan keluarga buruh," bebernya.

 

Berita Terkait : Partai Garuda: Akting Para Politisi Miskin Literasi

Faktanya, kata Teddy, saat ini tuntutan organisasi buruh dan Partai Buruh tidak dipenuhi. Artinya, mereka harus memenuhi ancaman mereka untuk mogok kerja nasional.

"Kelompok ini dari dulu terkenal hanya bermulut besar tapi bernyali kecil, ancamannya tidak pernah direalisasikan. Apakah mulut besar itu akan terulang lagi?" sindir Teddy. ■