Dark/Light Mode

Kampanyekan Pemilu Sehat

Parpol Nonparlemen Jualan Antipolarisasi

Minggu, 3 Juli 2022 07:40 WIB
Koordinator Juru Bicara Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Heri Budianto. (Foto: MPI)
Koordinator Juru Bicara Nasional Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Heri Budianto. (Foto: MPI)

 Sebelumnya 
Ketua Umum Partai Gelora, Anis Matta menyakini, polarisasi di masyarakat memang sengaja dikapitalisasi oleh partai-partai politik yang memiliki ideologi kuat. Padahal polarisasi bisa berdampak langsung pada disintegrasi. “Kita ada ancaman disintegrasi, ditambah polarisasi dalam pemilu, tentu semakin terbuka ancamannya,” tulis Anis Matta dalam keterangannya kepada Rakyat Merdeka.

Dia menyakini, masyarakat lelah dengan pembelahan yang terjadi. Ini perlu segera diakhiri. “Kalau dibakar lagi dengan pembelahan, bisa terjadi revolusi sosial di masyarakat. Karena itu, kita perlu melahirkan pemimpin pemersatu,” tegasnya.

Baca juga : Jalankan ZIS Secara Transparan, Baznas Raih WTP

Partai Gelora mengajak semua pihak melawan upaya partai politik atau kelompok tertentu yang memiliki ideologi kuat, yang akan menjadikan isu polarisasi dan politik identitasnya sebagai jualan politiknya di Pemilu 2024.

Sementara Founder Drone Emprit, Ismail Fahmi mengajak akademisi, aktivis dan pihak-pihak yang fokus ingin menangkal politik identitas dan polarisasi dengan membuat klaster baru. Yani klaster ketiga di luar klaster kiri (cebong) dan kanan (kampret). “Bikin Supaya publik semakin terang, sehingga buzzer tidak bisa sembunyi lagi dalam kegelapan,” kata Ismail Fahmi.

Baca juga : Kapolri-Dewan Pers Bertemu, Sepakat Cegah Polarisasi Pemilu

Untuk diketahui, Penelitian Litbang Kompas menunjukkan ada kekhawatiran terjadinya polarisasi dan politik identitas akan berlanjut pada Pemilu 2024. Sudah sekitar sebulan ini, menunjukkan ekskalasi politik identitas.

Litbang Kompas menyarankan,perlu ada gerakan bersama baik masyarakat, pemeritah, partai politik, dan media sebagai pilar keempat demokrasi untuk meningkatkan literasi serta mengakhiri pembelahan saat ini. Yakni, dengan menyuguhkan narasi mempersatukan, termasuk memunculkan tokoh yang mengusung narasi merangkul. ■

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.