Dark/Light Mode

Survei SPIN, Prabowo Dianggap Mampu Hentikan Polarisasi Di Masyarakat

Jumat, 8 Juli 2022 14:28 WIB
Direktur Survey and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara saat merilis hasil surveinya, Jumat (8/7). (Foto: Zoom)
Direktur Survey and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara saat merilis hasil surveinya, Jumat (8/7). (Foto: Zoom)

RM.id  Rakyat Merdeka - Direktur Survey and Polling Indonesia (SPIN) Igor Dirgantara mendapatkan data publik terkait potensi para calon presiden 2024 potensial yang mampu menghentikan polarisasi di kalangan masyarakat.

Sampai saat ini, polarisasi akibat tensi politik yang terjadi sebelumnya masih menggeliat dan belum juga terurai. Lebih dari 60 persen responden meyakini, polarisasi ini masih akan terjadi pada Pilpres 2024

Dari hasil survei yang dilakukan SPIN, nama Prabowo Subianto dinilai publik sebagai sosok yang memiliki potensi untuk meredakan polarisasi tersebut.

Baca juga : Ganjar Pranowo Dianggap Kian Layak Diusung Maju Ke Pilpres 2024

"Survei ini menunjukkan bahwa Prabowo cenderung dipandang publik sebagai tokoh nasional yang mampu diterima semua pihak untuk mengakhiri polarisasi sosial yang dinilai publik masih terjadi hingga saat ini," ujar Igor saat merilis hasil surveinya, Jumat (8/7).

Hasil survei SPIN menunjukkan, Prabowo dipilih 23,2 persen responden. Disusul AHY (9,8 persen), Ridwan Kamil (7,5 persen), Andika Perkasa (6,2 persen), Airlangga Hartarto (5,1 persen).

Kemudian, Cak Imin (4,7 persen), Khofifah (1,9 persen), Erick Thohir (1,8 persen), Puan (1,8 persen), Ganjar (1,5 persen), Anies (1,5 persen), Budi Gunawan (1,1 persen), dan abstain (34 persen).

Baca juga : Bamsoet Yakin, Polri Bisa Makin Dicintai Rakyat

"Ganjar dan Anies memiliki persentase yang kecil. Pemilih mereka justru cenderung terpolarisasi. Maka jalan tengahnya adalah Prabowo," imbuhnya.

Menurutnya, langkah Prabowo menerima tawaran Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang notabene adalah rivalnya di Pilpres 2019 untuk menjabat Menhan, menjadi magnet positif di mata publik saat ini. Khususnya, di mata para pemilih Jokowi pada Pemilu sebelumnya.

"Sikap Prabowo yang menerima tawaran Jokowi untuk bergabung dalam pemerintahan diduga dipandang pemilih Jokowi sebagai sikap pemersatu, patriotik, mementingkan kepentingan negara daripada kelompok," tuturnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.