Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketidakpuasan kader atas putusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Demokrat pada hasil Musyawarah Cabang (Muscab) serentak Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat di Jawa Barat beberapa waktu lalu, masih belum kelar.
Puluhan relawan, memutuskan mundur dari Partai Demokrat. Sikap tersebut mengikuti jejak sayap partai Insan Muda Demokrat Indonesia (IMDI) Kota Bandung, yang juga memilih mundur dan melepas atribut serta membakarnya.
Baca juga : Kader Demokrat Kota Bandung Ramai-ramai Mundur dan Bakar Seragam
Para relawan memutuskan mundur dari Demokrat lantaran partai pimpinan Agus Harimukti Yudoyono (AHY) tersebut dianggap sudah tidak demokratis.
"Saya selaku relawan Partai Demokrat Kota Bandung memutuskan mundur setelah melihat pupusnya demokrasi dalam tubuh partai pascapenetapan hasil Muscab Partai Demokrat Kota Bandung. Mulai hari ini, 26 Juli saya mundur dari Demokrat," kata Opik di Sekretariat DPC Partai Demokrat Kota Bandung, Selasa (26/7/2022).
Baca juga : Kenneth Geram Banjir Di Jakarta, Relawan Anies Bilang Begini
Koordinator relawan Opik berpendapat, Partai Demokrat sudah tidak sesuai dengan platform perjuangan partai terkait proses Muscab yang demokratis.
Di mana saat Muscab serentak DPC Demokrat se-Jawa Barat, khususnya Kota Bandung, calon petahana Entang Suryaman yang meraih dukungan 18 suara DPAC, malah kalah dari calon Aan Andi Purnama yang hanya meraih 12 dukungan suara DPAC.
Baca juga : Protes Hasil Muscab, Pengurus DPAC Geruduk Kantor DPD Demokrat Jawa Barat
"18 lawan 12, heran saya mah malah yang dimenangkan yang lebih sedikit. saya sebagai kader yang mengabdi tanpa pamrih selama bersama Demokrat baru kali ini kami merasakan roh demokrasi terasa tidak ada. Untuk itu saya memilih keluar dari Demokrat," ujarnya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya