Dewan Pers

Dark/Light Mode

Gelar Musra Indonesia

Relawan Mau Tekan Banteng?

Kamis, 30 Juni 2022 08:00 WIB
Ketua Panitia Pelaksana Musra Indonesia Panel Barus. (Foto: Barometerjatim.com/Roy HS)
Ketua Panitia Pelaksana Musra Indonesia Panel Barus. (Foto: Barometerjatim.com/Roy HS)

RM.id  Rakyat Merdeka - Sejumlah relawan Jokowi berkolaborasi menggelar Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia. Musra Indonesia menjadi ajang penjaringan Capres-Cawapres 2024-2029.

Ketua Panitia Pelaksana Musra Indonesia Panel Barus mengatakan, rangkaian kegiatan ini akan dimulai di Solo, Jawa Tengah (Jateng) pada 27 Agustus 2022.

Musra Indonesia rencananya bakal digelar di 34 kota yang berada di 34 provinsi hingga awal Maret 2023.

Berita Terkait : Menkumham Harap Sinode GKPS Turut Gotong Royong Majukan Bangsa

Perhelatan akbar Musra perdana di Solo ditargetkan dihadiri 40 ribuan pendukung Jokowi se-Jateng. Termasuk oleh Jokowi yang akan membukanya.

Kick-off Musra akan dihadiri Presiden Jokowi di Stadion Manahan, Solo. Ini Musra perdana di Jateng. Baru nanti bergulir ke provinsi-provinsi lain,” tutur Panel Barus kepada Rakyat Merdeka usai konferensi pers di Jakarta Theatre, Jakarta Pusat, kemarin.

Saat ini, ada 14 organisasi relawan Jokowi yang terlibat dalam Musra Indonesia. Selain Relawan Pro Jokowi (Projo) yang Panel aktif sebagai Bendahara Umum, ada pula Seknas Jokowi, Bara JP, Relawan Buruh Sahabat Jokowi, RKIH, Duta Jokowi, Indeks, Jaman, Gapura, KIB, Almisbat, RPJB, dan Kornas Jokowi.

Berita Terkait : Paloh Dilawan Banteng

Musra Indonesia selanjutnya, lanjut Panel, akan diselenggarakan di Makassar, Medan, dan akan dipungkasi di Jakarta di awal Maret 2023.

Musra Indonesia, dalam pelaksanaannya akan menggelar diskusi membahas agenda kebangsaan dan program prioritas harapan rakyat. Akan ada panelis untuk memantiknya.

Dalam sesi ini, seluruh relawan dan rakyat yang hadir ikut urun rembuk. Selain diskusi soal program harapan rakyat, ada juga yang mengangkat tema karakteristik kepemimpinan yang dimimpikan rakyat. Sesi terakhir, pertarungan dan penyebutan nama-nama capres dan cawapres.
 Selanjutnya