Dewan Pers

Dark/Light Mode

Mesra Di KPU

Prabowo-Cak Imin Tinggal Ijab Qabul

Selasa, 9 Agustus 2022 07:34 WIB
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar melakukan salam komando, di Kantor KPU, Jakarta, Senin (8/8). (Foto: Putu/RM)
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (kiri) bersama Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar melakukan salam komando, di Kantor KPU, Jakarta, Senin (8/8). (Foto: Putu/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hubungan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin semakin mesra. Kemarin, Prabowo-Imin bareng mendatangi KPU untuk mendaftarkan partainya menjadi peserta Pemilu 2024. Meski koalisi kedua partai ini belum diresmikan, tapi melihat gelagatnya, koalisi ini tinggal ijab qabul saja.

Prabowo-Imin tiba di KPU sekitar pukul 15.00 WIB. Keduanya kompak mengenakan seragam safari putih, lengkap dengan logo partai masing-masing yang terpasang di dada kiri.

Keduanya datang membawa 1.000-an kader gabungan. Selain dikawal elite Gerindra dan PKB, terlihat juga beberapa public figure yang telah resmi menjadi anak buah Prabowo ataupun Imin. Misalnya, Ahmad Dhani dan Tommy Kurniawan.

Prabowo dan Imin tampil mesra. Jalan berdampingan sambil senyum-senyum. Rombongan diiringi drum band, reog Ponorogo, dan barongsai yang telah beraksi sejak di titik pemberangkatan di Masjid Agung Sunda Kelapa.

Berita Terkait : Gerindra Dan PKB Tetap Berkibar

Beres mendaftarkan partainya, Prabowo dan Imin melakukan salam hormat ke awak media yang menunggu di pintu masuk dan keluar Kantor KPU. Keduanya lalu menggelar konferensi pers bersama.

Prabowo bicara lebih dulu. Kata dia, Gerindra bersama PKB bertekad membuat iklim demokrasi yang baik. Contohnya, diawali dengan proses pendaftaran Pemilu 2024 yang baik, hingga pelaksanaan pencoblosan pada 14 Februari 2024 yang sehat.

"Bersaing, adu argumen, adu program, dan adu gagasan silakan, tapi semuanya adalah sahabat, semuanya adalah kawan, semuanya adalah sesama anak bangsa. Jadi, kita ingin Pemilu yang gembira, pemilu yang penuh kekeluargaan," kata Prabowo, membuka keterangan.

Menteri Pertahanan ini menambahkan, menciptakan iklim demokrasi yang baik bukan perkara mudah. Namun, ia menilai selama ini sudah berjalan dengan baik. "Alhamdulillah, kita sudah mengalami berkali-kali ganti pemerintah dengan damai, ganti pimpinan dengan damai, baik di tingkat kota, kabupaten, provinsi, maupun tingkat nasional," ujarnya.

Berita Terkait : Jadi Capres Itu Berat, Biar Prabowo Saja Yang Maju!

Proses pendaftaran Pemilu 2024, tambah Prabowo, adalah bagian dari demokrasi yang memperkokoh kedaulatan rakyat. Untuk itu, Gerindra dan PKB berkomitmen menjalankannya sebagaimana aturan yang berlaku.

Mengenai waktu ijab qabul koalisi dengan PKB, Prabowo meminta publik bersabar. "Tunggu tanggal mainnya," ucap mantan Danjen Kopassus itu.

Setelah itu, giliran Imin yang bicara. Dia menyebut, proses koalisi yang dibangun  PBK dan Gerindra masih dimatangkan. "Kita akan menjalani semua proses politik. Kita berharap kebersamaan ini wujud menuju koalisi. Kalau pacaran itu ada jadian, lamaran, ada tukar cincin, ada pesta perkawinan,” ucap Wakil Ketua DPR ini.

Imin menyebut, masih ada beberapa tahapan yang harus dilalui menuju koalisi permanen. Yang jelas, dirinya gembira bisa mendaftarkan PKB dengan Gerindra. Dia pun yakin, peresmian koalisi tidak akan lama lagi. “Kita tunggu tahapan-tahapan itu. Dalam waktu dekat kita saling menembak,” ucapnya, pede.

Berita Terkait : Prabowo-Imin Kawin Beneran Apa Paksaan?

Apakah Gerindra dan PKB akan benar-benar berkoalisi? Pengamat politik dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Wasisto Raharjo melihat, kemungkinannya sangat besar. "Kebersamaan Prabowo dan Cak Imin tentu memberikan sinyal politik adanya komitmen dalam membentuk poros koalisi demi 2024," ujarnya.

Sedangkan pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin mendorong agar Prabowo-Imin cepat-cepat “kawin”. Menurutnya, Prabowo-Imin pasangan yang cukup menjanjikan dan komplet.

"Bagus jika Prabowo dengan Cak Imin bisa berkoalisi dan bisa menjadi pasangan capres dan cawapres. Bisa menggabungkan kekuatan nasionalis dan Islam, juga merepresentasikan kombinasi militer-sipil," ujar Ujang.■