Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kisruh Internal Reda

Partai Kab’ah Kudu Geber Program Pemicu Elektoral

Jumat, 23 September 2022 07:40 WIB
Pengamat Politik Indonesian Political Institute (IPI) Karyono Wibowo. (Foto: Istimewa)
Pengamat Politik Indonesian Political Institute (IPI) Karyono Wibowo. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - KonflIk di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) sepertinya sudah mereda, pasca pertemuan Plt Ketua Umum PPP, Mardiono dan Eks Ketum PPP, Suharso Monoarfa. Para pengurus di daerah juga sudah adem. Tak ada lagi perlawanan dan pertengkaran terhadap terpilihnya anggota Dewan Pertimbangan Presiden itu.

Meski begitu partai berlambang Ka’bah itu mesti gerak cepat mempersiapkan diri menatap Pemilu 2024. Apa saja yang harus dilakukan?

Berita Terkait : Di Raker PWI Kota Bogor, Sekda Ajak Wartawan Dukung Program Prioritas

Pengamat Politik Indonesian Political Institute (IPI) Karyono Wibowo menyarankan, meredanya konflik PPP harus ditindaklanjuti dengan gerakan konsolidasi.

“PPP harus segera menguatkan infrastruktur maupun suprastruktur partai. Suara PPP dari pemilu ke pemilu terus tergerus. Pada Pemilu 2019 saja, PPP hanya memperoleh suara sangat minim. Di atas sedikit dari ambang Parliamentary Threshold 4 persen," kata Karyono kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Menteri PUPR Hadiahi Kota Tangerang Program Perbaikan 1.000 Rutilahu

Dikatakan, sebagai partai tua dan bersejarah, yang punya pemilih militan atau ceruk pemilih tersendiri, PPP diyakini akan bertahan. “Syaratnya, sambil meraup suara pemilih baru, dekati tokoh tua PPP hingga ke bawah. Sampaikan ke pemilih Islam tradisional mereka bahwa konflik sudah selesai. Solidkan internal sampai keranting. Kalau tidak, PPP akan masuk masa senjanya,” ingatnya.

Soal keberadaan PPP di KLB, Karyono melihat sejauh ini tak ada indikasi PPP keluar koalisi. Sebab, Mardiono dan Suharso tak jauh berbeda. Masih dalam gerbong pendukung pemerintahan Joko Widodo.

Berita Terkait : Melli Darsa Center Bantu Pemerintah Sukseskan Program Imunisasi Anak

Sekadar informasi, prahara dan badai ombak PPP sepertinya sudah benar-benar mereda. Sudah tak nampak lagi riak perseteruan di tubuh Partai Ka’bah. Bahkan, pengurus di daerah juga sudah adem. Tak ada lagi perlawanan dan pertengkaran terhadap terpilihnya Mardiono. ■