Dewan Pers

Dark/Light Mode

Kasih Jempol Di Bawah Videotron Puan

Telalu Dini, Menilai Ganjar Sudah Nyerah

Selasa, 4 Oktober 2022 07:40 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Facebook)
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. (Foto: Facebook)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memang be­lum resmi memutuskan, siapa Calon Presiden (Capres) yang akan diusung di Pilpres 2024. Namun, rivalitas dua kadernya, yakni Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dan Ketua DPR, Puan Maharani makin terasa belakangan ini.

Relawan Ganjar bertambah banyak. Sementara Puan kian rajin safari politik dan blusukan. Belum lagi terakhir, Dewan Kolonel yang dibikin elite PDI Perjuangan dilawan relawan Ganjar dengan mem­bentuk Dewan Kopral semakin menaikkan tensi persaingan.

Berita Terkait : Usai Wukuf, Jemaah Haji Indonesia Mulai Lontar Jumrah Aqabah

Seolah menjawab keraguan publik, Ganjar melempar sinyal, bahwa dia memang masih kader Banteng. Dia mengunggah foto memberi dua jempol di bawah videotron Puan Maharani.

“Simbolisasi Ganjar lewat unggahan ini sebagai kode keras dirinya sudah nyerah,” kata Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Laskar Rempah Pelajari Pelestarian Tenun Dan Pentingnya Cendana Kupang

Menurutnya, akan rasional dan menyerahkan soal Pilpres kepada Puan sebagai tokoh yang diamanatkan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri untuk melakukan komunikasi politik resmi menuju Pemilu 2024.

“Sebagai capres yang memi­liki elektabilitas versi lembaga survei kredibel, Ganjar akan menerima apa pun keputusan partai. Termasuk saat dia tak diusung sebagai kandidat,” ujarnya.

Berita Terkait : Sebaiknya Ganjar Merendahkan Hati

Dia yakin, sebagai kader partai, Ganjar siap memenang­kan PDI Perjuangan dalam Pemilu 2024 apapun peran yang diberikan kepadanya. “Sekaligus ini menguatkan pandangan, kecil kemungkinan Ganjar untuk pindah partai,” pungkasnya.

Sementara Ketua Umum Ganjar Pranowo (GP) Mania Immanuel Ebenezer tak terima unggahan Ganjar disebut sim­bol kalah dan nyerah. “Nggak lah. Itu bentuk penghormatan kepada Mbak Puan dan partai. Kan belum bertanding, belum ditentukan siapa capres PDI Perjuangan,” kata pria yang akrab disapa Noel ini kepada Rakyat Merdeka, kemarin. ■