Dewan Pers

Dark/Light Mode

Tak Ada Parpol Yang Bisa Menang Sendirian

Airlangga: Kuncinya, Kebersamaan

Kamis, 24 November 2022 08:00 WIB
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Foto: Twitter)
Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto. (Foto: Twitter)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto menyebutkan, ada benang merah antara Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 lalu dan Pemilu 2024. Yakni togetherness atau kebersamaan. Inilah yang akan membangun kepemimpinan Indonesia ke depan. Bahkan, kata Menteri Koordinator Perekonomian itu, di KTT APEC yang digelar di Bangkok setelah suksesi G20 di Bali, semua negara menengok ke Indonesia untuk pembentukan deklarasi. Di sinilah sisi kepe­mimpinan Indonesia muncul dengan menawarkan referensi hasil Deklarasi G20.

“Akhirnya, di menit terakhir semua anggota APEC, lewat kebersamaan, bisa menerima deklarasi dan pasal-pasal di G20. Indonesia set the tone, Indonesia menentukan dalam perubahan politik global ke depan. Ini mendapat apresiasi dari berbagai negara. Ini luar biasa,” tandasnya.

Kisah suksesi kepemimpinan Indonesia di kancah internasional ini disebutnya memiliki benang merah dengan Partai Golkar yang akan menghadapi Pemilu 2024. Menurutnya, pesta demokrasi nanti pun sama. Pemilu bukan tujuan akhir. Tujuan akhir Golkar adalah mensejahterakan rakyat.

Berita Terkait : Airlangga: Tak Satu Pun Parpol Yang Bisa Menang Pemilu Sendiri

Dia mengingatkan, tidak ada satu pun parpol di Indonesia yang bisa menang Pemilu sendi­ri. Siapa pun yang menang, tegas Airlangga, masih minoritas. Karena hari ini, tidak ada parpol yang bisa menang 50 persen.

“Karena itu, Golkar sejak awal membentuk koalisi dalam sebuah kebersamaan, agar bisa menang pemilu dan menang di Pemerintahan,” semangatnya, dalam arahannya di penutupan Rakornas MPO DPP Partai Golkar di Jakarta, belum lama ini.

Dari pengalaman perjalanan parpol selama ini, Airlangga menggambarkan, ada banyak pelajaran yang bisa dipetik. Mengenai betapa pentingnya membentuk koalisi partai politik dan kebersamaan.

Berita Terkait : Dari Sudut Pandang Manapun, Pertemuan Anies-Gibran Sangat Baik

Berkaca dari Pemilu di Malaysia, Airlangga menyatakan, menang Pemilu bukan berarti memenangkan Pemerintahan. Di mana, tidak ada satu pun koalisi yang meraih yang meraih syarat 112 kursi parlemen aturan main menduduki Pemerintahan.

Dengan tidak adanya partai yang memenangkan jumlah kursi absolut atau mayoritas, untuk pertama kalinya dalam sejarah Malaysia menghadapi ‘hung parliament’ atau parlemen gantung.

Di Pemilu 2024 Indonesia, Airlangga menegaskan, yang paling penting adalah bagaima­na parpol membentuk koalisi pemerintahan yang efektif. Serta membuat program bisa berja­lan efektif di masyarakat. “Itu adalah tujuan partai Golkar,” ucap Airlangga.

Berita Terkait : Ganjar Gayeng Bareng Ratusan Pelajar Bahas Moderasi Beragama

Airlangga juga mengingatkan kadernya, untuk bekerja sama memenangkan partai dan setiap kader, untuk tidak baku tikam satu sama lain. Kebersamaan, seperti halnya di G20 kembali menjadi kunci di sini.

“Ini menjadi catatan bagi MPO di seluruh Indonesia, bahwa kita tidak boleh diadu domba. Apalagi, diadu internal. Yang penting bagi kita, adalah ma­syarakat berempati kepada Partai Golkar. Dengan empati itulah, kita akan memenangkan Pemilu,” tuturnya.

Airlangga menegaskan, target Partai Golkar di Pemilu mendatang adalah kemenangan minimal 20 persen atau 115 kursi. ■