Dewan Pers

Dark/Light Mode

Pasca HUT Emas Banteng

Jokowi-Mega Sudah Bonding

Jumat, 13 Januari 2023 07:55 WIB
Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bergandengan dalam menatap 2024/Ilustrasi. (Gambar: Putu/RM)
Presiden Jokowi dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri bergandengan dalam menatap 2024/Ilustrasi. (Gambar: Putu/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedekatan dan keakraban antara Presiden Jokowi dengan Ketum PDIP, Megawati Soekarnoputri tidak luntur diterpa berbagai isu miring soal ‘pecah kongsi’. Dalam perayaan HUT Emas PDIP 3 hari lalu jelas terlihat, keduanya masih begitu dekat. Jokowi-Mega sudah bonding.

Istilah bonding ini memang banyak diucapkan Mega saat berpidato 1 jam lebih di HUT ke-50 PDIP yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (10/1) lalu. Bonding yang memiliki arti sebagai ikatan emosional yang begitu dalam, dipakai Mega untuk seruan kepada seluruh kader PDIP dalam menjalin hubungan dengan akar rumput.

Bonding ini juga yang dipakai Mega untuk melemparkan pujian kepada Jokowi yang dianggap begitu dekat dengan rakyatnya. Jokowi, kata Mega, tak pernah lelah blusukan ke sejumlah wilayah tanah air untuk menyapa dan mendengarkan langsung keluhan rakyatnya.

Jokowi yang berpidato setelah Mega, juga gantian memberikan pujian. Eks Gubernur DKI Jakarta itu memuji kepemimpinan Mega di PDIP yang dianggap sukses mencetak kader berkualitas.

Berita Terkait : Reshuffle Sudah Di Depan Mata

Sebelum aksi saling puji di pidato, Mega-Jokowi sudah terlebih dahulu mempertontonkan kemesraan. Mega bahkan sempat menggandeng tangan Jokowi saat memasuki lokasi acara HUT. Sesekali, keduanya terlihat kompak tertawa.

Keakraban kembali terlihat di momen potong tumpeng. Mega memberikan potongan pertama kepada Jokowi. Momen ini pun disambut tepuk tangan dan sorak sorai ribuan kader Banteng.

Sayangnya, di media sosial justru yang rame dan jadi sorotan adalah potongan video Mega yang mengungkit peran PDIP atas karir politik Jokowi. "Pak Jokowi kalau tanpa PDIP, kasian deh,..." Inilah potongan video yang jadi sorotan itu. Oleh para lawan politik, potongan video itu kemudian digoreng-goreng dan dijadikan bahan menuding kalau Mega dan Jokowi tidak akur.

Menanggapi tudingan ini, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto membantahnya. Kata Hasto, hubungan Mega dan Jokowi sangat kuat. Bahkan, Hasto berani menjamin kalau keduanya akan tetap bonding, usai Jokowi nanti pensiun sebagai presiden.

Berita Terkait : Ganjar Dorong Beras Premium Andalan Jateng Jadi Merek Dagang Ke Seluruh Indonesia

"Hubungan di antara keduanya sudah sangat dalam," sebut Hasto melalui cuitan di akun Twitter resmi PDIP, @PDI_Perjuangan, kemarin.

Di sisi lain, pengamat politik dari Akar Rumput Strategik Dimas Oki Nugroho tidak menampik jika Mega dan Jokowi sudah bonding. Hal itu semata-mata untuk mewujudkan visi dan perjuangan Bung Karno.

"Negara mana pun yang ingin kuat harus memiliki konfigurasi seperti Bu Mega-Pak Jokowi, sebagaimana negara-negara besar dan kokoh lainnya, selalu memiliki formula relasi politik yang dibutuhkan oleh sebuah negara," tutur Dimas, kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Keduanya saling melengkapi. Cek dan ricek serta seimbang. Dimas lantas mencontohkan Amerika dan negara-negara Barat yang menjalani demokrasi liberal punya lembaga legislatif, di negara-negara Timur relasi saling melengkapi dalam menjalani keseimbangan politik dilakukan secara informal. Meskipun pengaruhnya tetap terasa di mata publik.

Berita Terkait : Jokowi-Ganjar Mesra Banget

"Sekarang mungkin pengaruh Obama terhadap Presiden Biden juga diakui masih cukup kuat," tukas dia.

Menurutnya, negara sebesar dan sekompleks Indonesia, tapi political capital-nya tetap unik, bahkan cenderung  positif. Bukan semata kekuasaan, tapi seluas-luasnya dan setulus-tulusnya kemuliaan dan kesejahteraan rakyat. Pun, keamanan serta kemajuan negara-bangsa. Saling melengkapi dan saling mem-backup.

"Sejauh ini PDIP cukup konsisten dalam menjaga dan mendukung kebijakan-kebijakan Presiden Jokowi baik di bidang eksekutif maupun legislatif," tukas dia.■