Dark/Light Mode

Nurul Arifin, Wakil Ketua Umum Partai Golkar

Kader Perempuan Golkar Happy Di Era Pak Airlangga

Jumat, 20 Oktober 2023 07:50 WIB
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin. (Foto: Patrarizki Syahputra/Rakyat Merdeka)
Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Nurul Arifin. (Foto: Patrarizki Syahputra/Rakyat Merdeka)

 Sebelumnya 
Golkar tak punya tokoh sen­tral, tapi dikenal banyak faksi-faksi. Lantas gimana caranya Golkar bisa tetap solid?

Dengan konsep Partai Golkar sebagai partai terbuka, memang jadinya sangat cair, egaliter sekali. Kemudian semuanya bersikap, bersifat equal. Karena ke­mudian ya disini kita teamwork. Semuanya berkolaborasi. Jadi tidak ada satu yang menguasai full. Karena memang kekuasaan itu terbagi, jadi kita di sini ber­main sebagai teamwork.

Baca juga : Peduli Kesehatan, Hamdi Dan Ketua DPD Golkar Bekasi Gelar Pengobatan Gratis

Kelebihan Golkar itu, kita patuh pada putusan ketua umum. Ini yang selalu menjadi kepu­tusan dari Rakernas maupun Rapimnas. Biar pun ada faksi-faksi, pada akhirnya bisa bersatu kembali.

Kita tahu, dulu Golkar sempat pecah jadi 2, yakni kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono. Namun pada akhirnya kedua faksi tersebut bisa bersatu kembali. Karena kedua ketumnya bisa benar-benar menyadari bahwa perpecahan hanya akan mengecilkan suara Golkar.

Baca juga : Ical Setia Ke Airlangga

Namun di partai, pasti ada saja pihak-pihak yang tidak puas. Dan ini tentunya tidak bisa dihindari...

Adanya faksi-faksi, bagi kami ini baik juga ya. Faksi ini seperti misalnya sistem demokrasi yang harus ada kelompok-kelompok yang mengkritisi atau pun oposisi untuk melakukan check and balance dan sebagai agen kontrol. Nah ini bagus buat kami dengan adanya faksi terse­but maka demokrasi tumbuh dalam internal partai.

Baca juga : Bagikan Laptop Ke Seluruh DPD, MPO Partai Golkar Siap Perang Udara Di Pemilu

Tidak masalah dan kami me­lihatnya sebagai pupuk yang menyehatkan karena faksi-faksi ini akhirnya tidak membuat kelompok pemenangnya yang bersifat arogan tapi selalu men­dengarkan dan juga mau me­nampung aspirasi-aspirasi yang hadir dari faksi-faksi lain.

Dan perlu ditegaskan, kami sudah terlatih betul dengan faksi-faksi ini. Karena ini adalah konsekuensi dengan partai yang memang terbuka ketumnya. Ketumnya lahir bukan dari dinasti, jadi ya begini. Namun, kami merasa bersyukur banyak, karena di sini kami bisa berekspresi dengan bebas.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.