Dark/Light Mode

Mau Jadi Ketum Golkar?

Gibran Nolaknya Halus

Kamis, 14 Maret 2024 08:30 WIB
Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Facebook Gibran Rakabuming)
Cawapres nomor urut 02 Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Facebook Gibran Rakabuming)

 Sebelumnya 
Alasan kedua, kata Qodari, Partai Golkar adalah partai lama di Indonesia yang belakangan ini besar karena dukungan anak muda. Oleh karena itu, ke depan harus berorientasi terhadap anak muda.

Meski dianggap cocok menjadi pucuk pimpinan Golkar, peluang Gibran menjadi Ketum Golkar terbentur Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.

Dalam AD/ART Golkar, untuk menjadi ketua umum setidaknya harus sudah lima tahun mengikuti pengkaderan di Golkar. Juga harus pernah menjadi pengurus minimal lima tahun.

Baca juga : Mimpi Tito Setelah IKN Pindah, Jakarta Jadi New York

Untuk diketahui, pada Desember tahun ini, Golkar akan menggelar Munas untuk memilih nahkoda baru. Selain Airlangga Hartarto, sejumlah nama dari kalangan internal masuk bursa calon Ketum Golkar. Yakni 2 Waketum Golkar; Agus Gumiwang Kartasasmita dan Bambang Soesatyo, politisi Golkar Bahlil Lahadalia, hingga Ridwan Kamil yang belum lama resmi berjaket Kuning.

Di antara banyak nama yang muncul, dukungan terhadap Airlangga untuk kembali memimpin Golkar makin kuat. Sejumlah DPD Golkar mulai terang-terangan bicara soal dukungannya kepada Airlangga.

Terbaru, dukungan dari Ketua DPD Golkar Sumatera Selatan Bobby Adhityo Rizaldi. Menurutnya, Menko Perekonomian itu berhasil menaikkan elektoral Golkar di pemilu 2024.

Baca juga : Menyedihkan, Sekeluarga Lompat Dari Lantai 22

Oleh karena itu Anggota Komisi I DPR ini mengatakan semua kader solid dukung kepemimpinan Airlangga Hartarto. “Semua DPD Golkar fokus pada tugas mengawal hasil pileg, pilpres, dan menghadapi pilkada, juga solid mendukung kepemimpinan AH,” tegasnya.

Di sisi lain, pengamat politik dari Universitas Airlangga Prof Kacung Marijan menilai pemilihan Ketum Golkar sangat dinamis. Dia bilang, bisa saja orang luar partai jadi ketuanya, meskipun partai sudah punya sistem AD/ART yang mengatur siapa yang bisa jadi ketua umum.

“AD/ART sendiri kan bisa diubah oleh kongres. Jadi, untuk kebutuhan-kebutuhan tertentu bisa saja AD/ART itu diubah,” nilainya saat dikontak Rakyat Merdeka.

Baca juga : Tak Mau Gabung ke Pemerintah, Anies Pilih Jalur Oposisi

Hanya saja, Prof Kacung menyebut, mengingat banyaknya tokoh di internal Golkar juga difavoritkan menjadi ketua umum, maka diubahnya AD/ART tentu tidak mudah. Bakal ada perdebatan yang sangat sengit.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Kamis, 14 Maret 2024 dengan judul Mau Jadi Ketum Golkar?, Gibran Nolaknya Halus

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.