Dark/Light Mode
PKS Atur Jadwal Ketemu Prabowo
Banteng Terancam Ditinggal Sendirian
Sebelumnya
“Mungkin juga PKS pasti akan didatangi, kita berharap gitu toh,” ujarnya.
Aboe mengklaim, partainya sudah berkomunikasi dengan kubu Prabowo. Bahkan, kata dia, komunikasi yang dilakukan sudah detail. Karena alasan itu, ia yakin Prabowo akan hadir. “Harusnya datang, tapi belum datang juga,” keluhnya.
Setelah ini, Aboe memastikan PKS akan mengatur ulang jadwal pertemuan dengan Prabowo. Pertemuan itu bisa dilakukan dengan cara PKS datang menemui Prabowo atau sebaliknya. Ia yakin, karena PKS dan Prabowo punya kedekatan sejak 2014. “Semoga dalam waktu dekat ini, tunggu saja. Moga-moga Allah mudahkan,” harapnya.
Baca juga : Setelah Kalah Pilpres, Anies Mau Rehat Dulu
Di tempat yang sama, Surya Paloh mengomentari keinginan PKS merapat ke koalisi pemerintahan seperti yang dilakukan PKB dan NasDem. Paloh mengaku akan menyambut baik jika PKS diajak merapat.
Menurutnya, masalah bangsa sangat kompleks, dan tak bisa dibereskan sendirian.
Apa tanggapan Gerindra? Sekjen Gerindra Ahmad Muzani mengatakan, pihaknya terus berupaya mempertemukan Prabowo dengan pimpinan PKS. Para fungsionaris Gerindra akan berkomunikasi dengan elite PKS untuk mewujudkan pertemuan yang bertujuan menambah partai pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran itu.
Baca juga : Ngarep Lolos Ke Senayan, PPP Berusaha Keluar Dari Lobang Jarum
“Kita sedang cek untuk berkomunikasi dengan PKS,” kata Muzani.
Muzani mengatakan, pertemuan Prabowo dengan pimpinan partai seperti NasDem dan PKB bukanlah yang terakhir. Kata dia, akan ada pertemuan lanjutan yang dilakukan Prabowo dengan partai lain. Pasalnya, Prabowo dan Gerindra ingin membentuk koalisi partai yang kuat dan pemerintahan Prabowo-Gibran bisa berjalan mulus.
“Kita akan mengajak semua kekuatan, semua pemimpin untuk bersama-sama membangun Indonesia ke depan,” kata wakil ketua MPR RI itu.
Baca juga : Soal Kursi Menteri, Paloh Tahu Diri
Muzani menyebut, partai pengusung Prabowo-Gibran yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) tidak keberatan atas langkah Prabowo menambah partai anggota koalisi. Bahkan, anggota KIM menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo untuk merangkul partai-partai lain.
“Semua menyerahkan sepenuhnya kepada presiden terpilih, Pak Prabowo untuk melakukan komunikasi politik dengan pimpinan partai politik manapun karena kebutuhan untuk saling menguatkan dalam pemerintahan yang akan datang adalah kebutuhan kita semua,” ujar Muzani.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.