Dark/Light Mode

Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Di Ngegas Podcast RM

PBNU Itu Seperti Ayah-Ibu Bagi PKB, Tak Baik Anak Serang Balik Orang Tua

Selasa, 6 Agustus 2024 08:00 WIB
Mantan Sekjen PKB Lukman Edy saat menjadi narasumber di Podcast Ngegas Rakyat Merdeka. (Foto: Feri/RM)
Mantan Sekjen PKB Lukman Edy saat menjadi narasumber di Podcast Ngegas Rakyat Merdeka. (Foto: Feri/RM)

 Sebelumnya 
Karena itu, saat mengumumkan hasil plenonya, ada dua hal yang disampaikan Gus Yahya: menunjuk dua kiai untuk memperdalam persoalan NU dengan PKB, dan mengatakan bahwa tidak semua NU itu PKB.

“Makanya waktu itu saya bilang, Pak Kiai, yang paling bisa dilakukan PBNU terhadap PKB membuat kesimpulan dan seruan moral yang kuat kepada PKB agar melakukan perbaikan di masa yang akan datang,” ungkap Lukman.

Selain hubungan sejarah, PBNU dan PKB memiliki hubungan konstituen. Hal ini diatur dalam UU Nomor 2/2011 tentang Partai Politik, khususnya Pasal 34. Menurut Lukman, dasar ini yang membedakan PKB dengan partai lain.

Baca juga : Menteri Pertanian Naik Motor Patwal Menuju Istana Negara

Ada dua kewenangan konstituen. Pertama, hak menyampaikan aspirasi ketika partai politik ingin melakukan Pergantian Antar Waktu (PAW). Kedua, meminta laporan pertanggungjawaban keuangan yang diatur dalam UU 2/2011 tentang Partai Politik. “Konstituen berhak meminta transparansi terhadap penggunaan dana-dana partai, dana Pemilu, dana Pilpres, dana Pilkada,” tegas mantan ketua Komisi II DPR ini.

Apakah Tim Lima akan mengarah ke Muktamar? Kata Lukman, jika ada tarung bebas dalam Muktamar, Imin sudah pasti kalah. “Saya tahu banyak. Cak Imin nggak berani bikin tarung bebas. Makanya setiap muktamar selalu calon tunggal,” sindirnya.

Apakah PBNU-PKB bisa harmonis kembali? Menurut Lukman, itu hal yang sangat mungkin. Intinya masalah komunikasi saja. Imin tak usah malu-malu meminta maaf kepada PBNU. “Datang ke Gus Yahya meminta maaf dan akui kesalahan. Lalu gelar muktamar dengan fair,” ujarnya.

Baca juga : Menperin Happy Industri Mamin Meningkat 5,8 Persen

Namun yang terjadi, Imin justru malah melakukan serangan-serangan keras ke Gus Yahya dan Gus Ipul. Lukman menganggap, apa yang dilakukan Imin itu bagian dari kepanikan. Dia melakukan bela diri sambil menyampaikan serangan ke PBNU.

“Saya kenal Cak Imin. Kalau dia sudah serang habis-habisan, dia sedang panik. Imin menyadari posisinya terjepit, perang terbuka dengan PBNU adalah kesalahan fatal,” pungkas Lukman.

Artikel ini tayang di Rakyat Merdeka Cetak edisi Selasa, 6 Agustus 2024 dengan judul Mantan Sekjen PKB Lukman Edy Di Ngegas Podcast RM, PBNU Itu Seperti Ayah-Ibu Bagi PKB, Tak Baik Anak Serang Balik Orang Tua

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.