Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Ikuti Langkah Kader Inti DPP Perindo, Skuad Tingkat DPW Ikutan Mundur
Jumat, 18 Oktober 2024 18:57 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Persatuan Indonesia (Perindo) terus ditinggalkan kader-kader terbaiknya. Tidak hanya di tingkat pusat atau Dewan Pimpinan Daerah (DPP), aksi mundur teratur ini juga mulai terjadi di kepengurusan daerah.
Di antaranya, di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Perindo Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua DPW Perindo NTT, Jonathan Nubatonis memilih mundur karena tidak sepakat dengan gagasan transformasi partai yang kini dipimpin oleh Ketua Umum (Ketum) Angela Tanoesoedibjo.
Masalah di internal inilah yang membuat partai mengalami kerontokan kader-kader terbaik.
Baca juga : Indef Bilang Makan Bergizi Gratis Bisa Tingkatkan Perekonomian
"Banyak figur inti mengundurkan diri karena gagasan transformasi membawa kehancuran yang tidak sejalan dengan jati diri partai yang termaktub dalam Garis Besar Perjuangan Partai," ujar Jonathan, Jumat (18/10/2024).
Jonathan mengamini, penyebab lain pilihannya mundur dari skuad Perindo karena skuadnya di daerah berbeda pilihan jagoan dengan arahan elite partai di Pilgub NTT.
Jonathan, mendukung duet Simon Petrus Kamlasi-Adrianus Garu (Siaga). Sementara Perindo, memberikan tiketnya kepada Melki Laka Lena-Johni Asadoma.
"Saya ini Ketua DPW Perindo dan Ketua Persatuan Orang Timor (POT) sehingga saya harus mendukung Paket SIAGA yang sudah datang meminta dukungan ke saya sebagai orang Timor, makanya saya harus mundur dari Partai," katanya.
Baca juga : Kader Terbaik Perindo Mulai Mundur Teratur
Jonathan Nubatonis telah memimpin Perindo NTT sejak tahun 2015 sampai 2024 atau kurang lebih 10 tahun. Saat ini, Perindo NTT memiliki 46 kursi DPRD NTT dan Kabupaten/Kota se-NTT. Jumlah ini paling banyak di seluruh Indonesia.
Diketahui, satu per satu, kader terbaik skuad DPP Perindo mengundurkan diri. Yaitu, Ketua DPP Perindo Bidang Keagamaan Abdul Khaliq Ahmad yang mundur dengan alasan ingin mendorong budaya politik yang demokratis dan egaliter.
"Hanya dengan budaya itu, partai politik bisa maju dan berkembang," ujar Khaliq, dalam keterangannya kepada RM.id, Kamis (17/10/2024).
Khaliq mundur dari Perindo terhitung sejak tanggal 30 agustus 2024. Sarannya, skuad Perindo harus setara terlebih dahulu jika ingin maju.
Baca juga : Mahkamah Partai PPP Perintahkan DPP Gelar Muswil Pengurus Bali
Kemudian, Ketua Bidang Organisasi DPP Perindo, Muhammad Sopiyan yang menyatakan mundur karena mempertimbangkan kondisi kesehatan. Sopiyan, mundur sebagai pengurus DPP sekaligus keanggotaan partai terhitung 16 Oktober 2024.
Selanjutnya, politisi Muhammadiyah, Ahmad Rofiq mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) sekaligus Anggota Perindo tertanggal 1 Oktober 2024. Rofiq, mengaku telah berpamitan dengan pendiri Perindo Hary Tanoesoedibjo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya