Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- STY Nilai Persija Sudah 80 Persen Jelang Super League 2026/2027
- Beckham Putra Siap Bawa Persib Lolos ke ACL Two
- Runner Up, Timnas Putri U-16 Punya Masa Depan Cerah
- Atasi Karhutla Riau, Prabowo Minta Bangun 306 Sumur Bor Di Dekat Hotspot
- Calon Bos OJK Sarjito Beberkan Tantangan Bursa Mineral RI Agar Dipercaya Dunia
Sebelumnya
Dirinya dan Jokowi harus memenangi Pilpres 2019 agar tak ada orang yang kapok mengajak orang Tangerang menjadi pemimpin nasional. Ma’ruf juga ingin kemenangannya diperoleh dengan hasil mutlak.
“Karena itu saya mendampingi Pak Jokowi, harus menang. Kalau sampai tidak menang, innalillahi wa innailaihi rojiun, masa wakil presidennya orang Tangerang kalah? Harus menang, dan menangnya tidak boleh sedikit, menangnya harus banyak, harus mutlak. Supaya nanti orang tidak kapok ngajak orang Tangerang,” ujarnya.
Baca juga : Jawaban KH Maruf Amin Lebih Tajam dan Mengena
Mantan Rais Aam PBNU ini mengatakan alasan lain menerima tawaran Jokowi karena belum adanya kalangan ulama yang menjadi orang nomor 2 di Indonesia. Jokowi, disebut Ma’ruf, sangat memuliakan kiai dan santri. Pengamat politik dari UNJ, Ubedillah Badrun mengatakan karakter Ma’ruf memang beda dengan JK.
Hal itu terlihat dalam debat. Ma’ruf terlihat hanya mengikuti Jokowi. Berbeda dengan JK. Yang punya pandangan sendiri terhadap segala sesuatu. Bahkan kerap berbeda dengan Jokowi.
Baca juga : Maruf Nggak Nendang
Menurut Ubed, hubungan JK dan Jokowi kerap dibumbui perbedaan pendapat. Misalnya terkait pembentukan Kantor Staf Kepresidenan di awal masa pemerintahan mereka. Terkait pembentukan KSP ini, JK mengaku tak diajak bicara Jokowi. [BCG]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya