Dark/Light Mode

Maruf Amin Berharap 20 Persen Anggaran Pendidikan Dialokasikan Buat Pesantren

Selasa, 5 Februari 2019 07:15 WIB
Cawapres No Urut 01, KH Maruf Amin (kedua dari kanan) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon yang diasuh KH Harits Shodaqoh dengan 700 santrinya  di Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/2). (Foto: Twitter @KH Maruf Amin).
Cawapres No Urut 01, KH Maruf Amin (kedua dari kanan) bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon yang diasuh KH Harits Shodaqoh dengan 700 santrinya di Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/2). (Foto: Twitter @KH Maruf Amin).

RM.id  Rakyat Merdeka - Cawapres 01, KH Ma'ruf Amin  menginginkan 20 persen dari anggaran pendidikan dialokasikan untuk pendidikan pesantren. Sebab, Ma'ruf melihat anggaran sekitar Rp 400 triliun untuk pendidikan selama ini tidak ada yang mengalir ke pondok pesantren.

"Apa tidak mungkin Rp 10 triliun atau Rp 20 triliun diberikan kepada pesantren. Sementara ini kan beliau (Presiden Jokowi) membantu dengan rusunawa dan CSR. Kalau nanti UU (Pesantren) keluar, pesantren akan masuk APBN," kata Ma'ruf saat berkunjung ke Pesantren Bugen Al-Itqon, Semarang, Jawa Tengah, Senin (4/2/).

Baca juga : Jokowi-Maruf Diyakini Raup 60 Persen Suara Di Arab Saudi

Menurut Ma'ruf,  rancangan UU Pesantren juga memungkinkan pemerintah membuat suatu direktorat jenderal. Bahkan pihaknya ingin adanya kementerian urusan pesantren sebagai upaya meningkatkan pendidikan dan infrastruktur. "Pesantren ini akan dibangun kesetaraannya. Kemampuannya, keterampilannya, pendidikan vokasi," tutur mantan Rais Aam PBNU itu.

Lebih lanjut Ma'ruf mengatakan selama ini pesantren-pesantren berdiri secara mandiri tanpa bantuan. Sarana dan prasarananya tertinggal jauh dibanding pusat pendidikan setara pesantren. Hal inilah yang ingin dibenahi duet Jokowi-KH Ma'ruf, bila terpilih di Pilpres 2019 nanti.

Baca juga : Keren, Bandara Soetta Sediakan Digitalisasi Layanan Bus

"Sebelum urusan wapres-wapresan, saya sering meminta ke Pak Jokowi. Pesantren-pesantren NU itu enggak ada bantuan dari mana-mana. Nyatanya pesantren itu umumnya tidak bagus, jelek-jelek," tutur Ma'ruf.

Ma'ruf menjelaskan bahwa ulama itu memiliki tanggung jawab besar memperjuangkan agama dan keutuhan bangsa. Karena itu, di hadapan Pengasuh Pondok Pesantren Bugen Al-Itqon, KH Ahmad Haris Sodaqoh dan ratusan santrinya, Ma'ruf menekankan pentingnya kaderisasi dan peran pesantren menjaga keutuhan bangsa. [SRI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.