Dark/Light Mode

Seruan Golkar Soal Gerakan 3M

Paslon Kudu Berjuang Memutus Rantai Penyebaran Corona

Senin, 26 Oktober 2020 06:53 WIB
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus (Istimewa)
Sekretaris Jenderal Partai Golkar Lodewijk Freidrich Paulus (Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Golkar terus menyerukan gerakan 3M. Yakni memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun. Sebenarnya, gerakan 3M ini sudah diluncurkan Partai Beringin pada 17 Oktober lalu.

Bahkan, partai besutan Airlanggar Hartarto ini membagikan 4 juta masker ke seluruh daerah Indonesia, termasuk daerah yang menggelar Pilkada 2020.

Seruan Gerakan 3M dan bagi-bagi masker ini merupakan strategi Golkar memenangkan pasangan calon (paslon) yang diusung.

Baca juga : Pemprov Kudu Gercep Siapkan Tempat Ngungsi Aman Corona

Selain memperjuangkan ide gagasan, paslon diminta ikut memutus mata rantai penyebaran Covid-19 dengan Gerakan 3M.

“Dengan gerakan 3M ini, cakada (calon kepala daerah) secara otomatis ikut mengkampanyekan pencegahan Covid-19,” kata Sekjen Golkar, Lodewijk F Paulus kepada Rakyat Merdeka.

Gerakan 3M ini, lanjutnya, mengacu pada hasil pemaparan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).

Baca juga : Mudik Dan Liburan Rawan Kerek Penularan Corona

Mantan Danjen Kopassus ini menyebut, hasil pengawasan Bawaslu pada 10 hari kampanye, ternyata pola kampanye secara daring sangat sedikit.

“Kebanyakan calon melakukan pertemuan terbatas. Dalam pertemuan ini, alat peraga kampanye (APK) yang digunakan ternyata adalah masker. Mereka cenderung ketemu tapi yang diangkat Covid-19,” ujarnya.

”Gerakan 3 M sudah sangat tepat dilakukan dalam kondisi bangsa seperti ini. Gerakan 3M ini kita pikirkan dengan serius, sampai nanti 4 Desember 2020. Kita harapkan penggunaan masker sudah jadi kebiasaan baru masyarakat,” tambahnya.

Baca juga : Ketua Satgas Covid-19: Hati-hati, Jangan Sampai Ada Lonjakan Corona

Golkar juga memberikan instruksi kepada jajarannya untuk tertib aturan protokol kesehatan. “Kami sudah bentuk Satgas Disiplin Covid-19 di bawah pimpinan Melki Laka Lena,” ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Akmal Malik berharap, cakada bisa menjadikan momentum Pilkada sebagai adu solusi penanganan Covid-19. [EDY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.