Dark/Light Mode
Bukan Mbak Puan, Tapi Ganjar Yang Gemilang
Hasto Senang Apa Tidak Sih?
RM.id Rakyat Merdeka - Pasca Jokowi "pensiun" di 2024, PDIP punya jagoan mentereng untuk dijadikan capres. Namun, bukan Puan Maharani, putri Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri yang digadang-gadang calon putri mahkota. Melainkan Ganjar Pranowo, kader banteng biasa yang saat ini menjadi Gubernur Jawa Tengah.
Saat ini, Ganjar memang sedang naik daun. Dalam banyak survei, elektabilitas Ganjar selalu melambung tinggi. Bahkan, dia sudah melewati Prabowo Subianto dan Anies Baswedan, yang sebelumnya dianggap sebagai kandidat terkuat di Pilpres nanti.
Lalu, senangkah Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto, dengan moncernya Ganjar? Berikut tanggapannya:
Baca juga : Mau Perpanjang SIM Di Jakarta? Datang Aja Ke Sini...
Hasto bilang, partainya sama sekali belum memikirkan Pilpres 2024. Saat ini, fokus PDIP adalah bekerja konkret untuk rakyat. “Bukan untuk memelototi survei,” ucapnya, usai acara Peresmian Patung Bung Karno di Yogyakarta dan 13 Kantor DPD PDIP di berbagai daerah, secara virtual, Rabu (28/10).
Untuk penentuan capres, kata Hasto, PDIP punya aturan main sendiri. “Mekanisme yang dibangun di partai telah menempatkan Ibu Megawati Soekarnoputri, Ketum PDIP, dengan mandat yang diberikan oleh kongres, untuk menentukan pasangan calon tersebut,” ucapnya.
Hasto kemudian bicara mengenai prinsip yang dipegang PDIP. Dia menyatakan, PDIP menganut proses demokrasi yang menjadikan rakyat sebagai acuan utama. "Termasuk siapa yang akan menjadi Presiden pada tahun 2024," tuturnya.
Baca juga : Hasto Nyentil Siapa?
Dia menambahkan, pemimpin merupakan representasi rakyat. Prinsip ini dipegang Mega dalam melihat kepentingan bangsa dan negara, sebelum memutuskan calon yang diusung.
Di acara yang sama, Mega juga sempat menyinggung hasil survei. Dia bilang, elektabilitas dalam survei tersebut cukup dijadikan sebagai pembanding, jangan dijadikan acuan.
"Saya selalu bilang, survei boleh dilihat, tapi jangan dipegang. Hari ini keluar survei, besok pagi pasti berubah,” ucapnya.
Baca juga : Idrus Yakin Airlangga Bisa Menangkan Golkar Di 2024
Direktur Lembaga Survei Charta Politika, Yunarto Wijaya menyatakan, tingginya elektabilitas Ganjar akan menjadi dilema bagi PDIP. Tapi, kejadian ini bukan yang pertama. Pada 2014 sudah terjadi. Ketika itu, elektabilitas Mega kalah dibandingkan Jokowi. "Bukan dengan anaknya, atau keluarganya," ucap pria yang akrab disapa Toto ini, tadi malam.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.