Dark/Light Mode

Elit NasDem Soroti Gerakan Aksi Peserta 1812

Minggu, 20 Desember 2020 13:45 WIB
Wakil Ketua MPR, Lestari  Moerdija
Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdija

RM.id  Rakyat Merdeka - Gerakan gerakan ekstraparlementer untuk mewujudkan tujuan politik sekelompok orang sesungguhnya adalah tindakan membuang energi secara percuma.

Hal itu ditegaskan Wakil Ketua MPR, Lestari Moerdijat menanggapi aksi demo 1812, Minggu (20/12).

Menurut Lestari, para pemangku kepentingan, termasuk masyarakat, telah bersepakat memilih sistem demokrasi untuk menyalurkan aspirasi dalam proses bernegara.

Berita Terkait : Polisi Tak Terbitkan Izin Demo 1812

"Sistem demokrasi yang kita sepakati bersama dirancang mampu mengakomodasi aspirasi yang berkembang. Masyarakat bisa mengekspresikan aspirasi melalui mekanisme yang ada, termasuk pemilihan umum legislatif dan Presiden yang dilaksanakan secara langsung, jujur, dan transparan setiap lima tahun,” ujar Rerie, sapaan akrab Lestari.

Menurut Majelis Tinggi Partai NasDem itu, sejak 2004, Indonesia telah memilih presiden, wakil di parlemen, dan para pemimpin daerah melalui mekanisme pemilihan langsung dalam sistem demokrasi yang telah menjadi kesepakatan bersama.

Dengan demikian, ujarnya, masyarakat yang memiliki aspirasi dan kepentingan tertentu sebaiknya mengekspresikan melalui mekanisme tersebut daripada melakukan gerakan-gerakan ekstraparlementer.

Berita Terkait : Patuhi Prokes, NasDem Ajak Masyarakat Ke TPS Besok

Mekanisme Konstitusional menurutnya, adanya gerakan ekstraparlementer saat ini, bisa saja terjadi sebagai akibat dari pemikiran adanya kegagalan partai politik dalam mengartikulasikan aspirasi sekelompok masyarakat itu dalam sistem demokrasi.

Karena itu, Ia menyarankan sebaiknya kelompok masyarakat yang tidak puas dapat menempuh mekanisme secara konstitusional.

Apabila tidak puas dengan partai politik yang ada, tegasnya, masyarakat dipersilahkan mendirikan partai politik baru sebagai cara penyaluran aspirasi melalui mekanisme yang benar dan sesusai sistem yang berlaku, termasuk dalam menyampaikan ketidaksetujuan menyikapi masalah.

Baca Juga : Pemain Barca Jangan Nelangsa Ya....

Lestari juga berpendapat, kerumunan massa yang terjadi ketika gerakan-gerakan ekstraparlementer digelar, dalam kondisi dan situasi pandemi seperti saat ini memiliki potensi penyebaran virus Corona yang tidak boleh dipandang remeh.

"Seharusnya semua pihak dapat bersikap secara arif dan bijaksana, apalagi angka penyebaran masih terus meningkat dan hendaknya kita harus memiliki kesadaran bahwa tindakan tersebut dapat membahayakan orang lain," ujarnya. (FIK)