Dark/Light Mode

PDIP Dan Gerindra Tercoreng Kasus Korupsi

Demokrat Dan PKS Ketiban Pulung Nih

Rabu, 6 Januari 2021 08:53 WIB
Ilustrasi Logo Partai. (Foto: Istimewa)
Ilustrasi Logo Partai. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) memetik buah konsistensi tampil kritis di luar pemerintahan berupa kenaikan elektabilitas.

Dua partai yang pernah berkoalisi di era pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono itu terus meraih citra positif dari publik. Bisa dibilang, dua kongsi lama itu ketiban pulung.

“Demokrat dan PKS mengalami kenaikan elektabilitas ketika parpol-parpol lain anjlok atau stabil. Hal tersebut memberi keuntungan politik, khususnya bagi parpol-parpol di luar pemerintahan,” ujar Direktur Eksekutif Voxpopuli Research Center, Dika Moehamad melalui rilisnya, di Jakarta, kemarin.

Berita Terkait : Vasco Gerindra Bangga Idolakan Soeharto

Partai Demokrat menempati posisi terbaik keenam dengan tren positif per Juni-Desember 2020. Pada Juni, meraih 3,4 persen, Oktober turun tipis 3,3 persen, kemudian meroket menjadi 5,1 persen di Desember 2020.

Hal serupa dialami PKS. Partai oposisi tunggal di Senayan ini pada Juni meraih 5,3 persen, kemudian naik tipis menjadi 5,6 persen di Oktober dan meroket di angka 8,1 persen di Desember 2020. Kini, partai berlogo bulan sabit mengapit padi itu menempati posisi terbaik keempat.

Dika menganalisa, meningkatnya elektabilitas dua partai itu juga disebabkan tren menurunnya elektabilitas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), akibat dua kadernya terseret kasus tindak pidana korupsi.

Baca Juga : Ganjar: Kalau 10 Kiai Mau Dan Memenuhi Syarat, Itu Sudah Hebat Banget

PDIP, sekalipun tetap berada di posisi pertama, secara persentase tren elektabilitasnya terus melorot dari 33,5 persen di bulan Juni, turun tipis 31,3 persen di Oktober, dan kini meraih 19,6 persen di Desember 2020.

Demikian pula dengan Gerindra, yang kini menempati posisi kedua. Sebelumnya, stabil di angka 14,1 persen (Juni 2020) dan 13,9 persen (Oktober 2020), tapi pada Desember lalu merosot tinggal 9,3 persen.

Di peringkat ketiga, ada Partai Golkar yang cenderung stabil (9,8 persen-8,7 persen-8,4 persen), keempat PKS. Kelima Partai Kebangkitan Bangsa (6,4 persen-5,9 persen-5,5 persen).

Baca Juga : Virus Terawan Nular Ke Jenderal Prabowo

Survei Voxpopuli Research Center dilakukan pada 26-31 Desember 2020, melalui telepon kepada 1.200 responden di seluruh Indonesia yang dipilih secara acak dari survei sebelumnya sejak 2019. Margin of error survei sebesar ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Kepala Badan Komunikasi Strategis Dewan Pimpinan Pusat (Bakomstra DPP) Partai Demokrat, Ossy Dermawan menyambut baik hasil survei ini. Baginya, ini adalah hasil kerja keras seluruh kader Partai Demokrat, serta kepiawaian Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam memimpin partai dengan programnya ‘Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat. Bekerja secara konsisten, penuh prinsip dan dengan tulus untuk rakyat.’

“Kami optimis, di bawah kepemimpinan AHY, Partai Demokrat akan terus dapat meningkatkan elektabilitasnya di tengah masyarakat,” kata Ossy kepada Rakyat Merdeka, kemarin. [BSH]