Dark/Light Mode

Elit PKS Dukung Kebijakan Jokowi Perkuat Pasar UMKM

Minggu, 17 Januari 2021 09:30 WIB
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu
Presiden PKS, Ahmad Syaikhu

RM.id  Rakyat Merdeka - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan mengawal kebijakan Pemerintahan Jokowi dalam mendukung pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM)  agar dapat dilaksanakan dengan baik dan tepat sasaran. 

“Tentu pengawasan perlu lebih ditingkatkan lagi sampai level bawah. Pelaku UMKM juga perlu ikut melakukan pengawasan," ujar Presiden PKS, Ahmad Syaikhu saat membuka Webinar Nasional ke 1 bertema UMKM Tulang Punggung Ekonomi Bangsa Penggerak Ekonomi Rakyat di Masa Pandemi, Sabtu (16/1).

Syaikhu menjelaskan, PKS telah mengeluarkan 3 instruksi dukungan terhadap UMKM. Pertama, pemberian bantuan langsung bagi pemberdayaan UMKM oleh para pejabat publik PKS, seperti gubernur, bupati, anggota dewan di semua tingkatan dari para tokoh struktur partai.

Baca Juga : `5 Siap` Jadi Syarat Belajar Tatap Muka

Kedua, bantuan modal kerja bagi UMKM yang tidak terlalu membebani, baik melalui program dana bergulir maupun hibah bantuan modal dan kerja sama usaha.

Ketiga, mendorong kepada seluruh keluarga besar PKS untuk proaktif membeli hasil produksi para pelaku UMKM, baik di bidang industri kreatif, pertanian, peternakan, kuliner hingga industri rumah tangga.

Ketua Bidang Pemberdayaan Jaringan Usaha dan Ekonomi dan Kader (BPJE) DPP PKS, Rofik Hananto menuturkan, pengembangan UMKM membutuhkan peran dan dukungan Pemerintah. Selain itu, ada juga kebutuhan roadmap pengembangan pembangunan ekonomi kerakyatan.

Baca Juga : NasDem Rela Gelar Blusukan Ke Daerah

"Pada saat krisis ekonomi 1998, UMKM mempunyai daya tahan untuk hidup dan mempunyai kemampuan meningkatkan kinerjanya. Terbukti saat pandemi UMKM tetap berdiri dan eksis," ujarnya.

Anggota Komisi VII DPR dari Daerah Pemilihan Jawa Tengah VII itu menambahkan, dari 64 juta UMKM, sebanyak 98,7 persen berada di level mikro dengan omset kurang dari Rp 1 juta per hari.

"Di tahun 2020, sebanyak 13 persen atau 8 juta pelaku UMKM masuk ekosistem digital. Selama masa pandemi, 26 persen penjualan terjadi secara online dengan 3,1 juta transaksi per hari. Target tahun 2021, ada 10 juta pelaku UMKM yang siap masuk ekosistem digital. Tren akses pasar digital juga terus meningkat," tuturnya. [FIK]