Dark/Light Mode

Dukung Keinginan Jokowi, Bamsoet Dorong Kemenkes Gercep Lakukan Vaksinasi Covid-19

Rabu, 6 Januari 2021 16:08 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)
Ketua MPR Bambang Soesatyo (Foto: Dok. MPR)

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua MPR Bambang Soesatyo mendukung keinginan Presiden Jokowi agar program vaksinasi Covid-19 dapat selesai dalam waktu kurang dari satu tahun. Bamsoet, sapaan akrab Bambang, pun mendorong Kementerian Kesehatan (Kemenkes), agar gerak cepat alias gercep melaksanakan keinginan Presiden tersebut.

“Lakukan sesuai dengan roadmap secara menyeluruh dan segera menentukan timeline yang tepat dalam perencanaan program vaksinasi Covid-19 guna mencapai target sebagaimana yang telah ditetapkan. MPR menyarankan agar vaksin dapat diberikan secara cepat dan tepat. Karena itu, penetapan waktu penggunaan vaksin harus segera ditetapkan dari sekarang,” ujar Bamsoet, dalam keterangannya, Rabu (6/1).

Berita Terkait : Jokowi Pastikan Ketersediaan 329,5 Juta Vaksin Covid-19

Ketua DPR ke-20 ini kemudian mendorong Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) segera menetapkan izin penggunaan/edar darurat (EUA/Emergency Use of Authorization) vaksin Covid-19 yang akan digunakan di Indonesia. Sebab, diperkirakan mulai pekan depan atau sekitar pertengahan Januari 2021, vaksin akan mulai diberikan kepada masyarakat.

“Pemerintah juga segera menetapkan Standard Operational Procedure/SOP dan prosedur vaksinasi Covid-19 untuk masyarakat. Mulai dari persiapan pelaksanaan vaksinasi seperti pendistribusian vaksin, lokasi pemberian vaksinasi, proses antrian vaksinasi, hingga penentuan tahapan prioritas pemberian vaksin Covid-19,” saran Bamsoet.

Berita Terkait : Jokowi Targetkan, 29 Juta Vaksin Sudah Disebar Ke Daerah Pada Maret 2020

Bamsoet juga mengingatkan Pemerintah perlu terus menyosialisasikan kepada masyarakat, baik melalui media sosial, cetak, siaran, ataupun melalui tokoh-tokoh masyarakat, mengenai program vaksinasi Covid-19. Agar dapat meyakinkan sekaligus memberikan edukasi masyarakat bahwa vaksin akan diberikan secara gratis dan demi kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.

Menurutnya, Pemerintah perlu menginformasikan kepada masyarakat mengenai program vaksinasi Covid-19 yang akan dilakukan dalam dua tahap kepada 181,5 juta penduduk. Pertama, dilaksanakan pada Januari-April 2021 kepada 1,3 juta tenaga kesehatan dan 17,4 juta petugas publik di seluruh daerah. Kedua, pada April 2021-Maret 2022 kepada masyarakat lainnya.

Berita Terkait : Jokowi: Kurang Dari Setahun, Vaksinasi Harus Selesai

Untuk masyarakat yang tidak masuk prioritas vaksinasi, Bamsoet meminta Pemerintah memberikan solusi. Seperti untuk orang yang pernah terkonfirmasi positif Covid-19, ibu hamil dan menyusui, orang yang mengalami gejala ISPA dalam 7 hari terakhir, anggota keluarga dari pasien suspek atau pasien konfirmasi positif Covid-19, orang dengan alergi berat, orang yang sedang melakukan terapi aktif jangka panjang terhadap kelainan darah, penyakit jantung, atau gagal jantung, penyakit autoimun, penyakit ginjal, sakit saluran pencernaan kronis, hipertensi, diabetes, dan penderita hipotiroid.

“Sebab, kelompok-kelompok tersebut juga berpotensi terpapar virus Corona. Mereka juga berhak mendapatkan upaya pencegahan penularan Covid-19 seperti yang didapat masyarakat penerima vaksin Covid-19 lainnya,” pungkas Bamsoet. [USU]