Dark/Light Mode

Ketua DPP Demokrat Pastikan, Semua Pengurus Daerah Komitmen Dukung AHY

Selasa, 2 Februari 2021 17:01 WIB
Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto (Foto: Instagram/didikmukrianto)
Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto (Foto: Instagram/didikmukrianto)

RM.id  Rakyat Merdeka - Isu bakal adanya kudeta terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus menggelinding. Meski sudah ditepis banyak pihak, orang-orang Demokrat tetap yakin rencana kudeta terhadap ketua umum mereka tetap ada.

Ketua DPP Partai Demokrat Didik Mukrianto mengatakan, komitmen pengurus DPD dan DPC Partai Demokrat se-Indonesia tidak bergeser sedikit pun terhadap AHY. Para pengurus Partai Demokrat siap membesarkan partai bersama AHY. Pihak siap menghadapi siapa pun yang mencoba menghancurkan Partai Demokrat.

Baca juga : Kalau Solid, Anggap Saja Angin Lalu

"Kami semakin solid dan utuh. DNA kami ksatria, kami tidak terbiasa dan tidak akan mungkin bisa menerima sikap-sikap pengecut dan pengkhianat, apalagi inkonstitusional yang bisa merusak," ucapnya, Selasa (2/2).

Anggota Komisi III DPR ini menjelaskan, hasil Kongres V yang menetapkan AHY sebagai ketua umum, final dan mengikat. Tidak ada perdebatan lagi. Dengan berpegang teguh pada hasil kongres tersebut, ia yakin partai akan aman dari seluruh potensi ancaman dan gangguan.

Baca juga : Isu Kudeta Ketua Umum, Demokrat Surabaya Patuh Hasil Kongres Dan Setia Kepada AHY

"Kami, kader, sangat paham dan patuh dengan asas, norma, aturan, komitmen, dan juga etika. Tidak ada rumusnya bagi kami untuk mengingkari terhadap keputusan yang sudah kami buat," jelasnya.

Didik menegaskan, Partai Demokrat tidak akan pernah mundur, dan akan terus melawan siapa pun yang mencoba merusak partai. "Jadi, jangan pernah coba untuk melakukan penekanan dalam bentuk apa pun dengan cara-cara yang tidak bermartabat," ucapnya.

Baca juga : BUMN Buru Dana Lewat Surat Utang

Dia mengganggap, orang yang berniat merebut kekuasaan melalui kudeta sebagai pengecut dan tidak pantas menjadi pemimpin negara. "Apa jadinya negara ini, jika pemimpinnya ke depan hanya mengejar ambisi kekuasaannya dengan cara-cara yang tidak beradab dan tidak bermartabat, serta inkonstitusional dengan melakukan hasutan, tekanan, dan pecah belah," ucapnya, tanpa menyebut nama. [DIR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.