Dark/Light Mode

Bantah Tudingan Setting Kemenangan Jokowi 57 Persen

KPU: Seluruh Server Kami Ada Di Dalam Negeri

Kamis, 4 April 2019 15:26 WIB
Komisioner KPU Hasyim Asyari. (Foto: Net)
Komisioner KPU Hasyim Asyari. (Foto: Net)

RM.id  Rakyat Merdeka - Komisi Pemilihan Umum (KPU) membantah tudingan bahwa komisi penyelenggara pemilu itu menyetting kemenangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin lewat server mereka di Singapura. Komisioner KPU Hasyim Asyari menyebut, seluruh server mereka berada di dalam negeri.

“Soal server luar negeri dibobol, sebetulnya server KPU seluruhnya ada di dalam negeri, tidak ada yang di luar negeri. Sehingga kalau disampaikan ada server KPU di luar negeri yang dibobol, itu tidak benar,” tegasnya di Kantor KPU, Jl Imam Bonjol, Jakarta Pusat, Kamis (4/4).

Menurut dia, tidak mungkin juga menyetting atau mengatur kemenangan capres-cawapres dengan presentase tertentu. Sebab, pada dasarnya, proses perhitungan suara dilakukan secara manual mulai dari Tempat Pemungutan Suara (TPS) sampai tingkat nasional.

Baca juga : Difitnah Setting Kemenangan Jokowi 75 Persen, KPU Siap Lapor Ke Polri

“Jadi mulai dari perhitungan suara di TPS itu kemudian dilakukan dan dituangkan pertama kali dalam formulir C1-Plano itu. Tentang siapa memperoleh suara berapa, partai berapa dapat suara berapa, calon dapat suara berapa, itu dituangkan disitu,” beber Hasyim. Semua pihak diberi kesempatan untuk mendokumentasikan hasil perhitungan suara dalam form C1-Plano itu.

Dari form C1-Plano ini kemudian di salin ke C1 yang bentuk atau ukurannya quarto. Kemudian, form C-1 itu dipakai untuk membuat salinan yang akan disampaikan pada masing-masing saksi pada Panwas TPS.

Kemudian, salinan itu akan dipindai (scan) pada KPU kabupaten kota dan di website KPU Pusat. Metode ini sudah dilakukan KPU pada 2012 dan 2014. “Dengan begitu sesungguhnya apa yang diunggah di website KPU itu, suara masing-masing calon di masing-masing TPS itu udah tau duluan. Kalau model setingan kan dia udah setting dulu baru di lapangan berapa. Tidak begitu logika prosesnya. Logika prosesnya adalah hitung dulu di lapangan baru kemudian disampaikan ke KPU,” terang Hasyim.

Baca juga : Jokowi : Sengketa Tanah Serem, Ada Yang Bawa Golok...

Sebelumnya, beredar kabar bahwa server KPU di Singapura sudah menyetting kemenangan salah satu pasangan capres cawapres. Kabar tersebut beredar melalui Facebook, Twitter, hingga Instagram. Akun Facebook bernama Rahmi Zainuddin Ilyas mengunggah informasi tersebut. Ia menggunggah video yang berjudul “Wow server KPU ternyata sudah Disetting 01 menang 57% tapi Jebol Atas Kebesaran Allah Meskipun Sudah Dipasang 3 Lapis”.

Dalam unggahan tersebut disertakan caption, "Astaghfirullah, semua terbongkar atas kebesaran dan kekuasaan serta kehendak Allah semata". Muncul juga informasi yang beredar demikian, "Breaking New! Pak Wahyu mantan staf Jokowi di Solo bongkar server KPU di Singapura udah setting kemenangan 01 57%!!!, Jebol salah satu dari 7 servernya. Sebarkan. Viralkan".

Karena dianggap merugikan, KPU pun melaporkan ke Bareskrim Polri. Akun mana saja yang akan dilaporkan? “Belum tau, intinya kan ada yang disebar di Twitter, Facebook dan Instagram. Jadi yang kita laporkan akun yang membagikan video itu. Akun yang mengunggah nanti dilacak, bagaimana bisa mengunggah video itu, dapat dari mana. KPU tidak mempunyai dan tidak berwenang untuk melakukan itu,” tandas Hasyim. [OKT]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :