Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bagikan 5.000 Sertifikat Di Tangerang
Jokowi : Sengketa Tanah Serem, Ada Yang Bawa Golok...
Selasa, 19 Februari 2019 07:12 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Masyarakat kembali diingatkan supaya sertifikat tanah yang dibagikan tidak digadaikan ke rentenir. Hal itu untuk mengurangi masalah sengketa lahan. Penjelasan itu dikatakan Presiden Jokowi saat membagikan 5.000 sertifikat tanah kepada warga Kabupaten Tangerang, Banten, kemarin.
Jokowi mengatakan, ketika berkunjung ke daerah, baik di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, NTB, NTT, hingga Papua, dirinya mendengar ada sengketa tanah hingga konflik agraria di masyarakat. Karena itu, Jokowi ingin pembagian sertifikat tanah dipercepat.
Jokowi menjelaskan, alasan pihaknya mempercepat pembuatan sertipikat untuk masyarakat. Mantan Wali Kota Solo itu tak ingin masyarakat terlibat konflik tanah karena belum memiliki sertifikat resmi. “Urusan tanah banyak sengketa karena rakyat belum memegang yang namanya tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimiliki,” kata Jokowi.
Baca juga : Jokowi Dorong Sistem Digital Di Pertanahan
Dia menjelaskan, fungsi sertifikat adalah sebagai bukti memiliki tanah. Sebab itu, masyarakat kata Jokowi bisa tenang karena memiliki sertifikat. “Kalau sudah sengketa tanah itu, tarung. Ada yang bawa golok, udah serem yang namanya sengketa tanah itu,” ungkap Jokowi.
Jokowi mengakui, sudah memerintahkan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional, Sofyan Djalil untuk mempercepat penyerahan sertipikat lewat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) sejak 2017.
Jokowi mengatakan, selalu memberikan target kepada Sofyan. Pada 2017 pemberian sertipikat ditargetkan sebanyak 5 juta lembar, kemudian 2018 sebanyak 7 juta sertipikat, sedangkan tahun ini Sofyan ditargetkan mencetak sekitar 9 juta sertipikat tanah. “Yang paling penting sesuai janji Pak Menteri Sofyan l pada tahun 2023 semua sertipikat tanah di Kabupaten Tangerang ,rampung,” ujarnya.
Baca juga : Jokowi Ingin Tak Ada Lagi Ketimpangan Di Masyarakat
Sementara, Sofyan Djalil menyebutkan, program pembagian sertipikat tanah dengan proses kepengurusan yang gratis tersebut, dapat membebaskan masyarakat dari rentenir. “Kita harus berterima kasih dengan program yang dilakukan pak Presiden, karena dengan program pembagian sertipikat ini, sangat membantu warga untuk tidak melakukan pinjaman ke rentenir dimana, bunganya sangat tinggi dan mencekik,” ujar Sofyan.
Ia melanjutkan, program tersebut telah berhasil membantu masyarakat Indonesia dalam memperbaiki tingkat perekonomian. Menurutnya, total jumlah sertipikat yang telah dibagikan sepanjang tahun 2018 sebanyal sembilan juta sertipikat.
Sedangkan, kata Sofyan, untuk tahun 2019 akan diselesaikan pada 20 desa seluruh Indonesia. “Target penyelesaian program ini di tahun 2023. Di mana seluruh penduduk Indonesia, sudah punya sertipikat dan tingkat kesejahteraan juga naik, karena dengan ini mereka bisa menggadaikan di bank daerah untuk bantuan modal yang bunganya tidak besar,” jelasnya. [DIR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya