Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Konvensi Capres Belum Dilirik Partai Lain
Paloh Maju Tak Gentar
Jumat, 12 Maret 2021 06:42 WIB
Sebelumnya
Menurut Willy, konvensi bukan hal yang baru bagi Golkar. Sejarah mencatat, Partai Beringin itu pernah punya pengalaman konvensi di 2004. Sehingga bosnya dan Airlangga tukar pikiran dan menyamakan frekuensi. Apalagi, jika menengok persentase suara ambang batas untuk mengusung pasangan capres dan cawapres minimal 20 persen, maka NasDem belum separuhnya. “Maka koalisi adalah hal yang mutlak,” sambungnya.
Willy menambahkan, bagi nasDem, konvensi capres ini penting. Karena bisa menjadi instrumen sirkulasi kekuasaan yang transparan dan partisipatoris. Termasuk melibatkan pihak di luar partai seperti lembaga survei.
Bagaimana tanggapan Golkar? Wakil Ketua Umum Golkar, Nurul Arifin mengatakan, partainya kali ini tidak akan menggelar konvensi. Alasannya, Golkar sudah memilih Airlangga sebagai capres. “Sesuai dengan keputusan Munas lalu,” kata Nurul kepada Rakyat Merdeka tadi malam.
Baca juga : Petani Dan Pengamat Tolak Impor Beras
PPP juga belum tertarik gabung ke konvensi Capres. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Umum PPP Arsul Sani. “Insya Allah baru tahun depan kami sikapi. Termasuk apakah dengan konvensi bersama parpol lain atau tidak,” kata Arsul, kepada Rakyat Merdeka, semalam.
Untuk saat ini, PPP masih pada tahap konsolidasi organisasi terlebih dahulu. Sekaligus menyerap aspirasi dari jajaran di bawah. “Jadi kami belum memutuskan bagaimana PPP akan menjaring paslon capres cawapres untuk Pilpres 2024,” tukasnya.
Sementara itu, PKS mengapresiasi ide konvensi capres yang digulirkan NasDem. Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera melihat, konvensi ini bisa membuka peluang banyak bakat terbaik masuk panggung kompetisi.
Baca juga : Tersangka Korupsi, PDIP Belum Mikirin Ganti Nurdin Abdullah
Namun, ia membantah, PKS disebut-sebut ikut kepincut konvensi yang digagas NasDem. Sebagai partai kader, PKS akan mengusahakan kader untuk maju di Pilpres 2024. Hal itu amanah Musyawarah seusai nasional 2020. “Jadi kami tidak akan ikut konvensi NasDem,” kata Mardani kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Bagaimana sikap PDIP? Politikus PDIP Hendrawan Supratikno mengaku, tidak terkejut dengan manuver konvensi capres yang dimainkan NasDem. Sinyalnya sudah lama muncul, jauh sebelum gerindra masuk kabinet. Tapi PDIP, tak diajak.
“Bang Surya Paloh membuat pertemuan dengan partai koalisi di luar PDIP. Saat itu orang berspekulasi, Bang Surya Paloh pada 2024 betul-betul ingin menjadi king-maker,” bebernya kepada Rakyat Merdeka.
Baca juga : Tolak Konvensi Capres NasDem, Maaf PAN Pilih Jalan Lain
Pakar komunikasi politik, Lely Arianne menilai, konvensi capres yang digadang-gadang NasDem tujuannya tidak jauh-jauh dari testing the water. istilah lain, cek ombak. “itu testing the water. Buat memancing lembaga survei untuk memunculkan nama-nama (capres),” kata Lely dalam perbincangan dengan Rakyat Merdeka, semalam.
Penulis buku Komunikasi Politik, Politisi dan Pencitraan di Panggung Politik ini melihat, NasDem juga sedang dalam usaha mencari figur. apalagi, Paloh, belum banyak diperbincangkan. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya