Dark/Light Mode

Popularitasnya Terkerek

AHY Raih Berkah Di Balik Musibah

Senin, 15 Maret 2021 06:33 WIB
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono  (AHY) saat bersilaturahmi ke Jusuf Kalla (kanan),  Minggu (14/3). (Foto: IG Agus Harimurti Yudhoyono).
Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat bersilaturahmi ke Jusuf Kalla (kanan), Minggu (14/3). (Foto: IG Agus Harimurti Yudhoyono).

RM.id  Rakyat Merdeka - Di saat Partai Demokrat yang dipimpinnya sedang dilanda musibah, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) justru dapat berkah. Popularitas dan elektabilitas Ketum Demokrat itu, sedikit demi sedikit, mulai terkerek naik.

Sebelum Demokrat dilanda badai kongres luar bisa (KLB), elektabilitas AHY belum terlalu diperhitungkan. Dalam berbagai survei, AHY selalu nangkring di papan bawah dengan elektabilitas di kisaran 1 sampai 2 persen.

Baca juga : Layanan Terbaik, Bank DKI Raih Predikat AA- Dari Pefindo

Putra sulung SBY ini bersaing dengan sejumlah nama seperti Mahfud MD, Susi Pudjiastuti, dan Puan Maharani. Di papan tengah ada nama Khofifah Indar Parawansa, Sandiaga Uno, dan Erick Thohir dengan elektabilitas di kisaran 57 persen.

Sementara di papan atas empat nama bersaing ketat yaitu, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil dan Anies Baswedan.

Baca juga : Elektabilitasnya Naik Terus, Demokrat Dan PKS Dapat Berkah Jadi Oposisi

Namun, setelah badai menghantam Demokrat, AHY justru mulai melesat. Popularitasnya mulai menembus kisaran 67 persen. Setidaknya begitu hasil riset yang dikeluarkan lembaga Indonesia Elections and Strategic (ind EX) research, Jumat (12/3), dan Parameter Politik Indonesia (PPI) sepekan sebelumnya.

Dalam survei yang dilakukan IndEX reseach, elektabilitas AHY di angka 67 persen merangsek masuk ke daftar empat besar. Sebaliknya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno yang kerap masuk lima besar, perlahan mulai menurun.

Baca juga : Irak Protes, Pasukan NATO Bertambah 8 Kali Lipat

Peneliti IndEX reseach, Hendri Kurniawan mengatakan, AHY berhasil mengambil simpati publik melalui instrumen figur yang dizalimi. Hal ini persis seperti yang dialami SBY, saat berkonflik dengan Megawati Soekarnoputri jelang Pemilu 2004.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.