Dark/Light Mode

Tanggapi Reshuffle, Demokrat Ogah Kalau Ditawari Posisi Menteri

Senin, 19 April 2021 20:21 WIB
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. (Foto: Ist)
Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Isu perombakan alias reshuffle kabinet kembali santer usai DPR mengesahkan perubahan nomenklatur sejumlah kementerian pada 9 April lalu. Partai Demokrat memastikan akan menolak jika ditawari posisi menteri Kabinet Indonesia Maju jilid II.

Partai berlambang bintang mercy, sesuai perintah Ketua Umumnya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), tetap berkomitmen berada di luar pemerintahan.

Berita Terkait : AHY Somasi Moeldoko Cs: Stop Pakai Atribut Demokrat Atau Jadi Masalah Hukum!

"Kami bisa menjalankan peran untuk check and balance dengan di luar pemerintahan, dan itu penting, sehat untuk demokrasi," ujar Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra, dalam siaran pers, Senin (19/4).

Herzaky juga menekankan, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden, bukan ranah partai. Demokrat tak mementingkan reshuffle karena tengah bekerja bagi rakyat.

Berita Terkait : Sindir Pendaftaran Logo, Pendiri Demokrat: Kenapa SBY tak Mendirikan Partai Yudhoyono?

"Saat ini, Partai Demokrat sedang fokus melakukan kerja-kerja nyata untuk membantu rakyat yang terdampak bencana, seperti di Malang, NTT, NTB, serta membantu rakyat yang terdampak pandemi," tandasnya. [OKT]