Dark/Light Mode

Yang Nyoblos Di Luar Negeri Meningkat Tajam

Di Malaysia, Pendukung 01 Baris Di Kanan, Pro 02 Di Kiri

Senin, 15 April 2019 08:28 WIB
WNI tampak memadati halaman KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (14/4). (Foto: Astro Awani)
WNI tampak memadati halaman KBRI Kuala Lumpur, Malaysia, Minggu (14/4). (Foto: Astro Awani)

 Sebelumnya 
Situasi yang sama juga terjadi di Wisma Duta di Jalan U Thant. Dubes RI di Kuala Lumpur Rusdi Kirana mengizinkan warga Indonesia yang beridentitas masuk ke Wisma Duta tanpa menunggu jadwal DPT satu jam sebelum penutupan sebagaimana dijadwalkan sebelumnya.

Saking membludaknya, KBRI Kuala Lumpur, memperpanjang waktu pencoblosan. Hingga pukul 18.42 waktu setempat terlihat masih ada warga yang melakukan pencoblosan. Pada beberapa bilik tampak masih ada warga yang mencoblos.

Pemilu di Sydney

Baca juga : Coblosan di Penang, Malaysia Aman dan Lancar

Di Sydney, Australia, pemungutan suara yang berlangsung Sabtu (13/4) ricuh. Sekitar 400 WNI tidak bisa nyoblos. Padahal, sejak siang mereka sudah mengantre panjang di depan TPS Townhall. Antrean bahkan mengular hingga 3 blok, hingga pukul 17.00 waktu setempat.

Namun, PPLN (Panitia Pemilihan Luar Negeri) menutup TPS tepat pukul 18.00 tanpa menghiraukan ratusan pemilih yang mengantre di luar. Para pemilih yang belum nyoblos ini sampai beramai-ramai menyanyikan lagu "Indonesia Raya" untuk menunjukkan betapa inginnya mereka nyoblos. Namun, PPLN tetap tidak melayani mereka.

Komunitas Masyarakat Indonesia di Sydney itu pun membuat petisi, untuk menuntut agar Pemilu 2019 yang digelar di sana diulang. Saat ini, lebih dari 3 ribu WNI sudah menandatangani petisi untuk mendesak pemilu ulang di Sydney.

Baca juga : Antusiasme Pemilih Di Negeri Para Nabi

Ketua PPLN Sydney Heranudin menyebut, 400-an WNI yang tidak bisa nyoblos termasuk dalam daftar pemilih khusus (DPK). Mereka hanya diperbolehkan nyoblos sejak pukul 17.00 hingga 18.00 waktu setempat. Sementara hampir semua gedung yang digunakan sebagai TPS, termasuk di Town Hall merupakan sewaan.

Karena itu, PPLN menutupnya tepat pukul 18.00. Heranudin mengklaim, pemilih yang hadir dan terdaftar dalam kategori DPT dan daftar pemilih tetap tambahan (DPTb) terlayani dengan baik. Berdasarkan putusan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada 12 Desember, DPT untuk PPLN Sydney berjumlah 25.381 orang. Sementata total di Australia mencapai 65 ribu orang.

Komisioner KPU Ilham Saputra menuturkan, soal kelanjutan penyelenggaraan pencoblosan, KPU menyerahkan pada keputusan panwas di Sydney. Ilham menuturkan, keputusan tersebut tak dapat diambil secara sepihak oleh KPU atau PPLN.

Baca juga : Sebelum Hari Pencoblosan, KPU Jamin Masalah Di Malaysia Kelar

“Sekarang, terkait nasib pemilih itu masih menunggu rekomendasi dari Panwas sana, apakah kemudian dimungkinkan adanya rekomendasi untuk pelaksanaan pemilu bisa dilanjutkan,” ungkapnya, kemarin.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.