Dark/Light Mode

Demokrat Dan PKS Bertemu Di Proklamasi

Anies-AHY 2024, Cocok?

Jumat, 23 April 2021 07:00 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kanan) menyanyikan lagu kebangsaan indonesia Raya sebelum pertemuan kedua partai di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (22/4/2021). (Foto: Dwi Pambudo/RM)
Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Agus Harimurti Yudhoyono (kiri) dan Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Syaikhu (kanan) menyanyikan lagu kebangsaan indonesia Raya sebelum pertemuan kedua partai di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Kamis (22/4/2021). (Foto: Dwi Pambudo/RM)

 Sebelumnya 
Pihaknya juga mendorong program vaksinasi Covid-19 dipercepat. Jumlah vaksinasi yang baru mencapai 11,4 juta orang dinilai masih jauh dari target pemerintah. “Kita berharap vaksinasi bisa lakukan secara semakin efektif dan tentunya lebih membangun kesiapan masyarakat kita dalam menghadapi Covid-19,” sebut dia.

Sementara itu, Ahmad Syaikhu menyampaikan poin lain yang menjadi pembicara kedua belah pihak, yaitu demokrasi Indonesia. PKS menekankan demokrasi harus betul-betul mengedepankan etika dan norma hukum.

Baca juga : Demokrat KLB Deli Serdang Ditolak, Marzuki Alie Malah Girang

“Dan, memperhatikan kepatutan dan kepantasan budaya bangsa Indonesia ini,” kata Syaikhu.

Ada hubungannya dengan reshuffle? Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Demokrat, Herzaky Mahendra menegaskan, sikap partainya sudah jelas. Kata dia, ada atau tidak ada tawaran, Demokrat akan tetap berada di luar pemerintahan. “Pernyataan Ketum (AHY) sudah jelas, Demokrat memandang pentingnya check and balances. Itu sudah jelas. Kami di luar pemerintahan,” kata Herzaky, di lokasi yang sama.

Baca juga : Pengamat: Ketua Umum Partai Berpeluang Jadi Capres 2024

Pengamat Politik Karyono Wibowo menilai, pertemuan PKS dan Demokrat sebagai upaya membangun dan mempererat komunikasi dua partai politik yang berada di luar pemerintahan Jokowi-Ma’ruf. Sebab, hanya mereka yang saat ini masih konsisten sebagai partai oposisi.

“Sementara PAN sudah disebut-sebut masuk dalam kabinet di isu reshuffle kali ini. Jadi, pertemuan itu lebih pada koalisi di situasi kondisi politik saat ini,” katanya dihubungi wartawan, kemarin.

Baca juga : Demokrat, Oposisi Dan Demokrasi

Apakah hubungan tetap akan berlanjut di pemilu 2024? Karyono menjawab belum tentu. Menurutnya, banyak indikator yang memengaruhi untuk koalisi di Pilpres 2024. “Saya kira terlalu dini juga mereka menjalin koalisi untuk 2024,” katanya.

Namun begitu, lanjut Karyono, bukan tidak mungkin PKS dan Demokrat akan berkoalisi pada 2024. Sebab, mereka memiliki kesamaan dalam situasi politik saat ini. “Apakah akan mengusung Anies-AHY atau sebaliknya. Kita lihat nanti.” tutupnya. [QAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.