Dark/Light Mode

Demi Kebaikan, Mendagri Sebut Sistem Pemilu Akan Terus Dievaluasi

Rabu, 17 April 2019 11:20 WIB
Mendagri Tjahjo Kumolo. (Foto : twitter@Kemendagri)
Mendagri Tjahjo Kumolo. (Foto : twitter@Kemendagri)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hari ini, seluruh rakyat Indonesia melaksanakan Pemilihan Umum. Warga antusias menyalurkan hak politiknya dengan mencoblos. Berharap proses demokrasi berjalan lancar, pemerintah akan terus mengevaluasi pelaksanaan Pemilu serentak ini.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menjelaskan ada dua hal yang perlu dievaluasi.   "Yang perlu dievaluasi adalah efektivitas dan efisiensi dari kacamata jumlah kertas suara yang begitu banyak, dan ada yang berukuran besar. Lalu untuk distribusi logistik juga mendapat pengawalan dari TNI dan Polri, tidak ada masalah," kata Tjahjo usai menyalurkan suara di TPS 072 Lapangan Puskesmas Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (17/4). 

Baca juga : Pemilu Aman, Tidak Ada Eksodus WNI Keluar Negeri

Hal lain yang menurut Tjahjo dapat dievaluasi hingga saat ini adalah masa kampanye yang efektif. Karena masa kampanye merupakan jangka waktu di mana calon pemilih menentukan pilihannya sebelum pemilu diadakan.

"Yang kedua adalah mengenai masa kampanye. Apakah besok mau bareng seperti ini atau diberikan jeda sehari atau seminggu? Apakah pilkada disamakan dengan pilpresnya? Nanti akan ada tahapan lain untuk mengevaluasi," ujar dia.

Baca juga : Ketiduran, Tersangka Korupsi e-KTP Baru Jalani Pemeriksaan Sore Hari

Ia menegaskan harapannya dari pelaksanaan pemilu serentak ini agar ada sistem pemerintahan yang dapat dibangun secara ‎efektif dan efisien. "Yang penting dari keserentakan tadi ingin membangun sistem pemerintahan presidensial yang lebih efektif dan efisien, itu saja intinya," katanya.

Pelaksanaan pemilihan umum serentak pada 17 April 2019 terdapat lima surat suara untuk memilih anggota DPR, DPD, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota, serta Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024. [IPL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.