Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Optimisme menguasai suaradi Provinsi Sulsel ini, kata Darmawangsyah, juga ditunjang pencalonan Ketum Gerindra, Prabowo Subianto sebagai capres. Pencalonan Prabowo pasti memberi efek elektoral kepada caleg. “Kenapa? Karena Prabowo effect akan mempengaruhi elektabilitas Gerindra. Mudah-mudahan, di Pilpres ini, kader Gerindra bisa memaksi-malkan limpahan suara Prabowo masuk ke Gerindra,” ujarnya.
Selain menargetkan kursi Ketua DPRD Sulsel, tambahnya, Gerindra Sulsel juga bertekat memenangkan Prabowo-Sandi di Sulsel. Caranya, dengan menjalin koordinasi dan kerjasama dengan sejumlah kepala daerah dari partai berlambang kepala Garuda itu.
“Beberapa kabupaten yang kita anggap lemah, sekarang malah kita punya bupati-bupati juga. Saya rasa infrastruktur Gerindra sekarang ini cukuplah memenangkan pertarungan di Sulsel,” ujar Ketua DPC Gerindra Gowa itu.
Baca juga : Kementerian BUMN Permak Pabrik Gula
Jubir Gerindra Sulsel, Sawaluddin Arif menambahkan, secara umum, partainya menargetkan 18 kursi di DPRD Sulsel. Target ini dipatok karena sejak awal partai memang sangat ya¬kin dengan efek Prabowo. “Target kita satu fraksi di kabupaten/kota. Sementara tingkat provinsi, kita targetkan 18 kursi atau naik 40 persen,” ujarnya.
Menurut Arif, Gerindra tak akan segan-segan memberikan sanksi kepada kader mbalelo atau tidak mendukung Prabowo-Sandi di Pilpres. Kata dia, Gerindra sangat menjunjung tinggi amanah dan perintah partai. Oleh sebab itu, semua kader sudah diingatkan untuk menjalankan apa yang jadi kehendak partai. “Jadi Gerindra tidak main-main soal sanksi. Kita tindak tegas kader tidak komit dan konsisten,” pungkasnya.
Bagaimana tanggapan Partai Golkar? Kepada Rakyat Merdeka, beberapa waktu lalu, Plt Ketua DPD Golkar Sulsel Nurdin Halid menegaskan, Golkar Sulsel sudah siap tempur menghadapi Pileg dan Pilpres 2019.
Baca juga : Perindo Ngebet Jadi 3 Besar
Khusus pileg, Nurdin, mengaku,persiapan Golkar Sulsel sudah selesai dan semua caleg sudah turun ke bawah secara terus menerus menyapa masyarakat. “Persiapan Golkar Sulsel sudah 90 persen. Alhamdulillah sudah terkonsolidasi dengan baik semua caleg dalam memenangkan Golkar,” kata Nurdin.
Mantan calon Gubernur Sulsel ini mengkalaim, di zaman kepemimpinan Syahrul Yasin Limpo (SYL), suara Partai Golkar Sulsel turun terus. Tapi, Nurdin bertekad mengembalikan kejayaan itu, apalagi Provinsi Sulsel merupakan lumbung suara bagi Golkar. “Saya akan gunakan partai sebagai instrumen pemenangan. Kita memenangkan secara gotong royong dan tetap merawat dapil sepanjang masa. Jangan seperti mobil habis bensin, lalu ditinggalkan,” tegasnya.
Partai Golkar Sulsel bersama caleg akan bergerak bersama Bappilu agar bersinergi dan koordinasi. “Para caleg harus urusdirinya sendiri dan partai urus suara partai, semuanya harus salingberkoordinasi,” ujarnya.
Dari beberapa kali pertemuan dengan pengurus, kader dan caleg, kata Nurdin, Golkar akhirnya menyepakati, strategi tandemantara caleg DPR, provinsi, kabupaten/kota.
Baca juga : Kalau Peradaban Kita Mau Maju, Kurangi Motornya
“Dengan sistem tandem ini, 905 caleg pusat, povinsi, kabupaten dan kota akan lebih kuat. Tidak ada area dapil yang tidak disentuh caleg Golkar di Sulsel,” paparnya.
Soal pembiayaan kampanyedan pemenangan pileg di Sulsel, Nurdin menyebut, pembiayaan dengan urunan dan gotong royong. “Pembiayan kami tang¬gung bersama-sama dengan urunan, mulai dari pembiayaan pileg, pilpres termasuk atribut kampanye dan pembiayan saksi-saksi,” bebernya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya