Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam beberapa pekan terakhir, isu Pilpres 2024 rame banget. Hampir setiap hari, ada saja politisi yang membahas cupras-capres. Namun, seharian kemarin, isu ini agak sepi. Tumben ya.
Meski masih 3 tahun lagi, pembahasan soal Pilpres sudah sangat ramai. Pandemi Covid-19 tidak mampu membendung nafsu politisi membahas persiapan 2024.
Sejak libur Lebaran usai, isu Pilpres terus menggelinding panas. Ada politisi yang nyerang politisi lain untuk menaikkan jagoannya, ada yang mendeklarasikan dukungan, ada yang sibuk roadshow, ada yang menyatakan siap maju, ada yang mengaku dipinang pihak tertentu, dan lain-lain.
Isunya terus sahut-sahutan. Yang bicaranya juga dari berbagai kalangan. Dari ketua umum partai, tokoh penting partai, kepala daerah, sampai kelompok relawan.
Di sisi lain, lembaga survei juga terus memanas-manasi. Hampir setiap pekan, ada saja rilis survei mengenai elektabilitas kandidat capres-cawapres 2024. Meski hasilnya kadang tidak jauh berbeda dengan survei-survei sebelumnya.
Panasnya isu cupras-capres ini membuat sebagian masyarakat jengkel. Beberapa pihak pun meminta para politisi mengerem dulu bicara capres.
Nah, kemarin, para politisi sepertinya sedang "insyaf". Tidak ada yang terdengar membicarakan cupras-capres.
Kenapa demikian? Kepala Kepala Badan Komunikasi Strategis (Bakomstra) DPP Partai Demokrat, Herzaky Mahendra Putra mengakui, pihaknya juga sempat membahas cupras-capres. Apalagi, elektabilitas Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) terus naik.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya