Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Sebelumnya
Namun, meningkatnya kasus Covid-19 ditambah varian-varian baru bikin partainya mengerem membahas Pilpres. Kini, partainya fokus membantu masyarakat yang susah akibat terdampak Corona.
"Kami lagi terkonsentrasi ke Corona. Arahan Ketum, kita diminta untuk bantu rakyat yang sedang susah sekarang. Pilpres masih panjang," kata Herzaky, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Dia mengklaim, setahun terakhir kepemimpinan AHY memang lebih banyak terfokus pada aksi-aksi sosial membantu masyarakat yang terdampak Corona. Baik dari sisi ekonomi maupun kesehatan. Tapi belakangan, diintensifkan lagi. Sehingga porsi perhatian terhadap isu politik dan pilpres jadi berkurang.
Pakar komunikasi digital, Anthony Leong menyoroti isu cupras-capres di dunia maya. Dia juga mengaku heran, seharian kemarin, medsos sepi dengan isu Pilpres. Padahal, di hari-hari sebelumnya, selalu ramai.
"Tumben ya. Padahal satu dua minggu terakhir ini rame. Tiba-tiba berbeda. Ya tumben aja sih... Harusnya mereka bisa fokus, mungkin karena kondisi Covid atau apa kali ya," kata Anthony, kepada Rakyat Merdeka, tadi malam.
Mantan tim siber yang sukses memenangkan Anies Baswedan-Sandiaga Uno di Pilgub DKI Jakarta 2017 lalu itu menilai, selalu ada motor yang menggerakkan ramai atau sepinya pembicaraan soal capres atau pilpres di linimassa. Dia menduga, kemarin, yang mengerakkannya sedang libur atau mengerem diri dulu.
Ia pun berharap, analisa capres maupun cawapres 2024 tidak mengurangi produktivitas di pemerintahan maupun swasta yang bahu-membahu menggerakkan ekonomi yang menurun selama pandemi. "Kita harapkan situasi ekonomi dan situasi politik tetap kondusif. Agar kita semua bisa survive di tengah pandemi," pungkasnya. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya