Dewan Pers

Dark/Light Mode

Punya Citra Cemerlang Di Afghanistan

PKS: Indonesia Bisa Jadi Pelopor Perdamaian Lho

Senin, 23 Agustus 2021 07:30 WIB
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW). (Foto: Istimewa)
Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW). (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengapresiasi kesigapan dan keberhasilan pemerintah mengevakuasi 26 Warga Negara Indonesia (WNI) dari Afghanistan. Partai oposisi ini berharap, Indonesia menjadi pelopor perdamaian.

“Evakuasi ini bukan berarti Indonesia melarikan diri dari tanggung jawab dalam keterlibatan menghadirkan perdamaian dunia,” ujar Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid (HNW) kepada Rakyat Merdeka, kemarin.

Berita Terkait : Kiai Said: Radikalis Merasa Dapat Angin

Dikatakan, menjaga perdamaian merupakan amanat konstitusi. Hal ini tertuang di dalam Pasal 21 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri. Secara teknis, Indonesia memiliki hubungan baik dengan Afghanistan, baik kelompok yang kalah maupun Taliban.

Wakil Ketua MPR ini menyebut Indonesia bisa menjadi motor perdamaian di sana. Faktanya, Presiden Joko Widodo pernah berkunjung pada Januari 2018, dan disambut baik Presiden Afganistan, Ashraf Ghani yang kini berada di pengasingannya di Uni Emirat Arab (UEA).

Berita Terkait : Ibu Retno Gercep

Sementara pada Januari 2021, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla juga bertemu dengan pemimpin militer tertinggi Taliban, Mullah Baradar Akhund, di Doha, Qatar. Artinya, Indonesia mempunyai hubungan baik dengan dua kubu, dan potensial membantu terjadinya rekonsiliasi. “Kementerian Luar Negeri harus terus bersikap konstruktitf mendorong masyarakat dunia membantu menyelesaikan masalah di Afghanistan,” tukasnya.

Alumni Pondok Pesantren Modern Gontor ini tidak ragu menyebut istilah pendekatan Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi ihwal polemik di Afganistan. Yaitu : Afghan-Led, dan Afghan-Owned. Maksudnya, mengedepankan maslahat dalam mewujudkan perdamaian di internal Afghanistan. “Sikap Menlu yang bijak ini penting disuarakan di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) maupun Organisasi Kerjasama Islam (OKI),” katanya.

Berita Terkait : Nih, 5 Kunci Indonesia Bisa Jadi Negara Maju

Hidayat menganalisa, motor perdamaian terutama dari negara luar seperti Indonesia sangat dibutuhkan di Afghanistan. Informasi yang dia dapat, sekalipun Taliban secara de facto menguasai Afganistan, namun masih ada perlawanan dari pemerintahan sebelumnya. [BSH]