Dark/Light Mode

Road To Jakarta

Gibran Dinasihati Djarot

Selasa, 14 September 2021 07:35 WIB
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Belum genap setahun memimpin Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka selalu dikait-kaitkan dengan kursi DKI 1. Sejumlah partai politik mulai terang-terangan mendukung putra sulung Presiden Jokowi itu, nyalon Gubernur Jakarta. Menyikapi gerakan ini, Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat buru-buru menasehati Gibran.

Dukungan terbaru untuk Gibran maju di Jakarta datang dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi DKI Jakarta. Ketua PWNU DKI, Samsul Ma’arif menilai Gibran layak memimpin Jakarta. Samsul bahkan memanggil Gibran dengan panggilan Gus Gibran.

Sebelumnya, dukungan untuk Gibran juga datang Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau Cak Imin. Imin siap mendukung Gibran maju di DKI. Namun, Imin meminta Gibran membuktikan kemampuannya di Solo. Partai Amanat Nasional (PAN) juga siap mendukung Gibran.

Berita Terkait : Bangun Solo, Gibran Pake Gaya Sapu Jagat

Mengetahui banyaknya dukungan ke Gibran maju ke DKI, Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Djarot Saiful Hidayat mengingatkan, Gibran untuk fokus dan menyelesaikan tanggung jawabnya dulu di Solo. Jangan dulu berpikir menjadi suksesor Anies Baswedan atau Ganjar Pranowo.

“Nggak usah mikir yang macem-macem. Nggak usah mikir ke Jakarta, ke Jawa Tengah. Kan, nanti pemilihannya serentak,” ujar Djarot, di Kompleks Parlemen, Jakarta, kemarin.

Terlebih, Gibran belum genap setahun jadi Wali Kota Solo. Karena itu, Djarot menganggap, masa kepemimpinannya masih panjang, dan masih layak diberi kesempatan untuk membuktikan kinerjanya. Menurut eks Gubernur DKI Jakarta itu, siapapun yang ingin melaju ke level berikutnya, harus melewati proses dan pembuktian.

Baca Juga : Di Laut Kita Jaya, Buktikan, Jenderal!

Djarot menegaskan, PDIP tidak pernah menganggap Gibran sebagai sosok yang istimewa ketimbang kader lainnya.

“Semua mendapat perlakuan yang sama, tidak ada previllage, bukan hanya Gibran, banyak kader yang juga berprestasi,” tukasnya.

Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera ikut mengomentari isu hot ini. Menurutnya, untuk memimpin Ibu Kota, dibutuhkan sosok yang mumpuni. Artinya, jika Gibran ingin melaju ke DKI, harus membuktikan diri terlebih dahulu. Misalnya, mengurus Solo dan mensejahterakan rakyatnya.

Baca Juga : Skenario 20 Tahun

Mardani juga berpesan agar Gibran fokus di Solo. Yang paling penting saat ini adalah menangani pandemi. Jangan sampai upaya ini terpinggirkan karena dukungan road to Jakarta.
 Selanjutnya