Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Prabowo di KTT BRICS: Indonesia Tidak Suka Didikte Kekuatan Tertentu
- Hari Ke-6, Tim SAR Perluas Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal di Selat Sunda
- Telkomsel Luncurkan Halo Optima Hadirkan Kuota Hingga 2.000 GB
- Luka Menalo Kecewa, Igor Tolic Minta Maaf
- Roll To Glory FIFA ASEAN Cup 2026 Meriahkan CFD Jakarta
Ribuan Kapal Asing Masuk Perairan Natuna, DPR Ingatkan Kedaulatan NKRI
Selasa, 14 September 2021 11:01 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pengakuan Sekretaris Utama Badan Keamanan Laut (Bakamla), Laksda S Irawan yang menyebut banyak kapal asing masuk perairan Natuna ditanggapi DPR. Anggota Komisi I DPR, Rizki Aulia Natakusumah mengatakan kejadian ini telah mencoreng kedaulatan Indonesia.
"Di satu sisi kita dapat pahami dalam situasi Covid-19 ini pemerintah pasti dalam kondisi fiskal yang sulit. Tapi kami harap pemerintah bisa mengerti prinsip tidak boleh ada kompromi mengenai kedaulatan," kata Rizki saat dihubungi RM.id, Selasa (14/9).
Baca juga : Di Laut Kita Jaya, Buktikan, Jenderal!
Dia menambahkan, saat ini Senayan sedang melakukan pembahasan revisi Undang-Undang Landas Kontinen. Nantinya UU ini akan mengatur luas wilayah hak berdaulat dari Indonesia. "Pertanyaannya, sudahkah pemerintah menyiapkan konsep penjagaan keamanan dan penegakan hukum di perairan kita? Atau akan terus seperti ini?" ujar politisi Demokrat itu.
Fraksi Demokrat berharap kejelasan komitmen dari pemerintah terkait penjagaan kedaulatan NKRI. "Kami berharap, skema pertahanan ke depan juga bisa menjawab dinamika ancaman masa depan," tegasnya.
Baca juga : Ketua KPK Ingatkan Legislator Jabar Jangan Korupsi!
Jangan sampai kejadian ditemukannya sea glider atau unmanned underwater vehicle (UUV) masuk Tanah Air terulang lagi. "Intinya kita sangat mengharapkan adanya kejelasan komitmen dari pemerintah mengenai hal ini, khususnya terkait keamanan di wilayah perairan NKRI. Sekali lagi, tidak boleh ada kompromi urusan kedaulatan negara," terang putra dari pasangan Dimyati Natakusumah dan Irna Narulita itu.
Sebelumnya, di saat rapat dengar pendapat (RDP) Bakamla dengan Komisi I, Sestama Bakamla, S Irawan menyatakan kerap mendeteksi peredaran ribuan kapal asing yang nekat masuk perairan Natuna. Mulai dari kapal Vietnam hingga China. [UMM]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya