Dark/Light Mode

Bantah Loyalis Ganjar, Politisi PDIP: Di Era Bambang Pacul, Banteng Jateng Berjaya

Selasa, 12 Oktober 2021 16:54 WIB
Politisi PDIP Dede Indra Permana Soediro (Foto: Istimewa)
Politisi PDIP Dede Indra Permana Soediro (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Politisi PDIP Dede Indra Permana Soediro membantah tudingan loyalis Ganjar Pranowo yang juga Wakil Ketua DPC PDIP Purworejo Albertus Sumbogo yang menyebut kepemimpinan Bambang Wuryanto melahirkan kader bermental bebek dan babu. Menurut Dede, saat dipimpin Bambang Wuryanto, PDIP di Jawa Tengah justru menorehkan banyak prestasi elektoral.

Wakil Bendahara DPD PDIP Jawa Tengah ini mengatakan, perolehan 42 kursi dari total 120 kursi di DPRD Jateng periode 2019-2024 terjadi di era kepemimpinan Bambang Wuryanto atau akrab disapa Bambang Pacul.

"Di Pemilu Legislatif 2019, PDI Perjuangan semula hanya menargetkan 36 kursi di DPRD Jateng. Tetapi pada akhirnya berhasil meraup 42 kursi. Hasil ini tidak mungkin diraih jika struktur dan mesin pemenangan partai tak solid," kata Anggota Komisi I DPR ini, Selasa (12/10).

Perolehan kursi tersebut juga naik signifikan dari Pemilu Legislatif 2014. Saat itu PDIP memperoleh 27 dari total 100 kursi DPRD Jateng. Dia menambahkan, di bawah kepemimpinan Bambang Pacul, Jateng juga menyumbangkan 26 kursi PDIP Perjuangan di DPR pada Pemilu 2019.

"Target semula 23 kursi. Ternyata perolehannya 26 kursi dari total 77 kursi yang tersedia di seluruh daerah pemilihan Jateng," ungkapnya.

PDIP Jateng juga meraih hasil gemilang di Pilkada 2020. Dede mengungkapkan, dari 21 kabupaten/kota yang menggelar Pilkada, PDIP menang di 17 daerah. Hal itu juga semakin menegaskan Jateng sebagai “kandang banteng”.

Yang tak kalah penting, lanjut dia, kemenangan Ganjar Pranowo di Pilgub Jateng 2013 dan 2018 terwujud karena barisan partai solid dan tegak lurus menjalankan rekomendasi dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Saat itu, semua kader PDIP, dari struktur partai, anggota DPRD, hingga kepala daerah bergotong royong untuk memenangkan Ganjar. Tidak sedikit sumbangan moril maupun materiil yang dikeluarkan.

Karenanya, Dede meminta Albertus Sumbogo yang juga Ketua DPC Seknas Ganjar Indonesia (SGI) Purworejo melihat perkembangan prestasi elektoral di Jateng dari kenaikan kursi, baik di legislatif maupun di eksekutif. Dia berharap, Sumbogo tertib dalam berorganisasi karena Mega belum menentukan siapa yang akan diusung pada Pilpres 2024 nanti. Menurut dia, seharusnya seorang kader, terlebih masuk dalam struktur partai selalu berkoordinasi dan tidak terjebak dalam arus di luar garis partai.

"Bagaimana pun Pak Sumbogo terikat di kepengurusan partai. Langkah, sikap, dan tindakan hendaknya tegak lurus dengan struktur di atasnya, sehingga tidak masuk dalam ambisi pribadi seseorang," tandasnya.

Dede lantas menyindir, ambisi politik seseorang tidak selalu tercermin dari kata-kata yang diucapkan. Namun, akan lebih terlihat dari langkah dan perbuatan di lapangan.

"Orang boleh mengatakan tidak mikir capres, tidak mau, tetapi jika masyarakat menginginkan saya bersedia. Namun kemudian bergerak melalui tangan orang lain. Kalau begitu sami mawon dan biasa orang politik seperti itu," paparnya. [SAR]